Kamis, 22 Juli 2021

Puisi Berjudul Pelajar Pancasila

Pelajar Pancasila

Karya : Ibu Agathe, S.Pd


Beriman, Bertaqwa, Berahlak mulia

Itulah karakterku

Kreatif, bernalar kritis, mandiri

Itulah cara belajarku

Gotong royong budaya daerahku

Berkebhinekaan global semboyan bangsaku.


Di sekolah aku dibentuk untuk menjadi pelajar Pancasila

Aku adalah generasi penerus bangsaku

Generasi Digital yang tangguh dan berkarakter

Aku adalah penerus yang akan mempertahankan 

Keutuhan bangsaku di masa yang akan datang.

Aku dibentuk untuk menjadi pejuang-pejuang bangsa di zaman milenial.

Indonesiaku...kami generasi muda siap untuk dibentuk

Rabu, 21 Juli 2021

KADISDIK BUKA KEGIATAN IHT PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK SMPN 2 SELAT

 

Kadisdik Kabupaten Kapuas Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd membuka sekaligus menyampaikan materi Kebijakan Program Sekolah Penggerak pada Kegiatan IHT Program Sekolah Pengerak SMPN 2 Selat. Beliau menyampaikan guru-guru Sekolah Penggerak harus mau keluar dari zona nyaman untuk membentuk karakter anak yang hebat sesuai dengan Visi Dinas Pendidikan Kapuas yaitu Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas. Beliau mengatakan Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas sejalan dengan visi pendidikan Nasional yang dicanangkan oleh Kemendikbud yaitu mewujudkan Pelajar Profil Pancasila. 

Pesan beliau warnailah,  bentuklah anak -anak menjadi karakter yang unggul. Unggul tidak hanya berbicara nilai yang bagus tetapi memiliki karakter yang baik. Guru- guru diharapkan profesional dan lebih memperhatikan proses pembelajaran yang dialami anak. Sekolah Penggerak harus bisa memanfaatkan kekuatan dan peluang serta mengatasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi. Pak Kadisdik juga menghimbau untuk menanamkan kepada peserta didik tentang kearifan lokal yang dimiliki daerah melalui program-program sekolah penggerak, karena sekolah penggerak diberi kebebasan untuk  melaksanakan merdeka belajar yang berpihak pada murid.

Kegiatan Pembukaan IHT ini juga dihadiri oleh Kabid Pembinaan Ketenagaan M.Ali Hanafiah, SE, MA, sedangkan  Pengawas SMPN 2 Selat  Drs. Haris Fadilah, M.Pd dan Pendamping Ahli  Ibu Reni mengikuti kegiatan secara daring melalui google meet. Pengawas SMPN 2 Selat Bpk Drs. Haris Fadilah, M.Pd menyampaikan sebagai sekolah penggerak, SMPN 2 Selat harus memperhatikan fase-fase perkembangan peserta didik dan memperhatikan gaya belajar serta minat dan bakat dari peserta didik untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. 

Kepala Sekolah SMPN 2 Selat Bpk. Kadeni, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan IHT ini merupakan  salah satu dari serangkaian program sekolah penggerak yaitu merupakan pengimbasan materi yang diterima oleh 11 orang Komite Pembelajaran  SMPN 2 Selat yang sudah mengikuti diklat 10 hari yang dilaksanakan secara daring oleh Kemendikbud pada bulan Mei 2021. Dengan tujuan agar seluruh guru dan tenaga kependidikan SMPN 2 Selat memperoleh wawasan dan pengetahuan yang sama tentang program sekolah penggerak dan kurikulum sekolah penggerak sehingga diharapkan mampu untuk saling bersinergi dalam melaksanakan kurikulum sekolah penggerak pada tahun pelajaran 2021/2022 untuk peserta didik kelas VII.  

SMPN 2 Selat berusaha dan optimis untuk melaksanakan kurikulum sekolah penggerak untuk mewujudkan Merdeka Belajar.( Agathe)

Jumat, 11 Juni 2021

PGP-1-KAPUAS-AGATHE-AKSI NYATA MODUL 3.3

Judul Program    : Program Peningkatan Ketrampilan Siswa Dalam menggunakan Aplikasi Power point Melalui Pembelajaran IPA Di SMPN 2 Selat

Latar Belakang

SMPN 2 Selat memiliki salah satu aset modal utama yaitu modal fisik berupa sarana prasarana yang baik. SMPN 2 Selat memiliki laboratorium komputer dan komputer yang memadai. Sementara, kondisi peserta didik hanya sekitar 25 % saja yang memiliki laptop di rumahnya. Padahal saat mereka melanjutkan di jenjang SMA/SMK sederajat, mereka akan diperhadapkan untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah mereka dengan menggunakan komputer atau laptop. Betapa tertinggalnya mereka, jika tidak dikenalkan dan diajarkan menggunakan minimal program power point, M.S word dan Exel.  Selain, itu tuntutan dunia kerja juga sudah rata-rata berbasis IT. 

Yang saya lakukan adalah :

1. Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah terkait program peningkatan keterampilan peserta didik menggunakan aplikasi Power Point.

2. Berkoordinasi dengan penanggung jawab laboratorium komputer.

3. Mengecek kesiapan laboratorium komputer dengan meminta bantuan rekan kerja.

4. Menentukan jadwal ke laboratorium komputer

5. Menentukan tugas yang akan diberikan kepada peserta didik untuk dikerjakan di laboratorium komputer.

6.Meminta kesediaan rekan untuk membantu mengambil dokumenasi kegiatan.

7. Melaksanakan kegiatan, mulai dari cara menghidupkan, mencari aplikasi power point di layar, memilih slide, mengetik di slide, menyimpan dan memberi nama file dan mematikan komputer.


 

Perasaan 

Saya merasa bahagia melihat ekspresi gembira peserta didik, saat saya berkata kita belajar di laboratorium komputer. Kemudian mereka sangat senang dalam belajar, kadang terdengar cekikikan karena salah pencet keyboardnya.  Di antara mereka juga saling berinteraksi dengan teman-temannya dan  saling membantu. Rekan saya guru, bu Yurike, S.Pd yang saya mintai tolong untuk merekam kegiatan, merasa terharu katanya melihat anak-anak yang masih canggung memegang mouse. Bu Yurike berkata, : " saya merasa kasihan bu, mungkin baru pertama mereka memegang komputer karena orang tua mereka tidak memilikinya. Nanti saya juga akan mengajar mereka di mata pelajaran saya bu Agathe". 

Pembelajaran

Setelah melaksanakan kegiatan, pembelajaran yang saya dapati adalah bahwa peserta didik memiliki daya tangkap yang cepat mungkin karena mereka menyukainya. Tetapi menurut saya mereka akan lupa kalau hanya sekali-kali dilakukan , dan beberapa orang masih belum lancar dan masih diarahkan. Di samping itu, kendala yang saya hadapi adalah saat itu saya tidak menyiapkan layar LCD karena saya tidak menemukan kabel Hdmi sehingga saya harus mengintruksikan hanya dengan suara , akhirnya saya harus datang dari meja satu ke meja lainnya dalam memberi bimbingan.


 

Penerapan ke depan

Saya harus menyiapkan LCD dan kabel hdmi, lalu saya seharusnya mengajarkan word dulu baru power point karena peserta didik ternyata banyak yang belum bisa mengetik di word karena masih banyak dari mereka yang bertanya untuk menghapus huruf, membuat huruf besar dll. Kendala lainnya yaitu kalau saya mengajar komputer bagaimana dengan materi IPA saya? Kami bersama teman-teman akan bergantian belajar laboratorium komputer, misalnya IPA 1 kali dalam  sebulan dilanjut  Bahasa Inggris, Prakarya dll menyesuaikan materi yang akan kami sampaikan.


 

Harapan 

Saya berharap peserta didik lulusan SMPN 2 Selat minimal bisa menguasai MS.word, power point dan excel. Semoga terkabulkan. Amin. 

 


Senin, 31 Mei 2021

Lahirnya Pancasila


 Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 Dalam pidatonya konsep dan rumusan awal Pancasila pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Awalnya pidato ini disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul. Hampir semua literatur menyebutkan bahwa Pancasila itu lahir di Ende kota kecil di lereng perbukitan pulau Flores Nusa Tenggara Timur Pancasila adalah buah permenungan Bung Karno saat masa pembuangannya selama 4 tahun di Ende yaitu dari 14 Januari 1934 sampai 18 Oktober 1938.  Di kota Ende Bung Karno bergaul dengan rakyat kecil dari berbagai agama, budaya dan suku. Seorang jurnalis asal Amerika Cindy Adams menulis buku berjudul Soekarno  pernah menanyakan sebuah pertanyaan penting kepada Bung Karno, "apa pesan anda kepada rakyat Indonesia" dan Soekarno pun menjawab dengan jawaban yang sangat patriotik dan menggugah semangat kebangsaan seperti ini, "menjadi negara Indonesia ini adalah negeri yang begitu hebat 17000 Pulau dikelilingi lautan membentang begitu luas tanpa semangat untuk membangun negara mustahil Indonesia bisa berdiri hingga sekarang".


Lahirnya Pancasila adalah karena Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari multireligius dan

multicultural. Selamat Hari Lahir Pancasila.

Senin, 19 April 2021

Koneksi Antar Materi Modul 3.1

     Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan  karena guru adalah pemberi contoh/teladan bagi murid, dengan teladan itu membimbing dan mengajar mereka untuk mengambil keputusan dan mereka boleh mengerti kalau guru mereka berpihak kepada mereka dan menginginkan yang terbaik untuk mereka.

    Etika terkait dengan karsa karena manusia memiliki kesadaran moral. Akal dan moral dua dimensi manusia yang saling berkaitan. Etika terkait dengan karsa karena manusia memiliki kesadaran moral. Karsa merupakan suatu unsur yang tidak terpisahkan dari perilaku manusia.  Karsa ini pun berhubungan dengan nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang dianut oleh seseorang, disadari atau pun tidak. Nilai-nilai atau prinsip-prinsip inilah yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil suatu keputusan yang mengandung unsur dilema etika. 

    Setelah mengambil keputusan dengan 9 langkah pengambilan keputusan yang ada, ternyata untuk suatu keputusan perlu saya analisis lagi dengan melakukan coaching kepada murid saya, lalu saya akan melakukan 9 langkah pengambilan keputusan lagi berdasarkan fakta-fakta yang ada, yang diperoleh dari hasil coaching.

    Menyikapi studi kasus yang fokus pada masalah  moral atau etika memang sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik. Sebagai seorang pendidik dalam pengambilan keputusan harus bisa menggunakan 3 prinsip dalam pengambilan keputusan, tergantung dari masalah yang dialami murid. Untuk prinsip berbasis peraturan, terkadang juga harus menggunakan nilai-nilai kepedulian kepada murid.

    Jika sebagi pendidik kita dapat mengambil keputusan yang tepat maka pasti semua pihak yang terlibat akan merasa senang dan puas, lingkungan belajar juga menjadi terasa menyenangkan.

    Tantangan berupa kesulitan-kesulitan pengambilan keputusan untuk kasus dilema etika pasti ditemui, misalnya saat berhadapan dengan rekan kerja, bagaimana harus mengambil keputusan supaya tidak terjadi salah paham. Cara berkomunikasi yang baik sangat diperlukan dalam menyampaikan keputusan yang kita ambil. Melakukan perubahan paradigma juga salah satu cara yang baik, misalnya melalui sharring dengan rekan sekerja atau Kepala Sekolah ke guru-gurunya dalam forum rapat.

    Pengambilan keputusan yang tepat akan membantu pengajaran yang memerdekakan murid karena dengan lingkungan yang aman, nyaman dan mereka merasa diterima maka potensi murid akan bertumbuh.

    Guru merupakan orang yang berperan penting dalam pembentukan karakter murid, sehingga jika guru dapat mengambil keputusan yang tepat, maka murid-murid sungguh dapat bercermin atau mengidolakan gurunya. Hal ini mempengaruhi mereka tentang bagaimana mereka juga dapat mengambil keputusan dalam hidup mereka dan masa depan mereka.

    Filosofi KHD yang mengatakan bahwa tugas pendidik adalah memberikan tuntunan kepada potensi yang dimiliki murid sehingga mereka dapat bahagia dan siap untuk mengahdapi tantangan zaman di masyarakat dapat tercapai dibantu oleh pendidik yang memiliki visi guru penggerak yairu mewujudkan merdeka belajar bagi muridnya. Dengan cara menerapkan budaya positif bersama dengan komunitas praktisi yang ada. Selanjutnya dalam rangka pembentukkan karakter tersebut, pendidik juga melakukan pembelajaran berdiferensiasi agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang, dan guru juga dapat melejetkan potensi yang dimiliki oleh anak dengan melakukan coaching. Untuk melakukan tugasnya yang begitu banyak guru juga perlu menerapkan KSE dalam dirinya dan mengajarkan ke murid-muridnya. Kemudian setelah melakukan coaching, guru juga dilatih untuk pengambilan keputusan. Semua ini berkaitan hanya untuk mewujudkan merdeka belajar pada pembelajaran kita demi murid yang kita tuntun.

Rabu, 27 Januari 2021

PGP-1-KAPUAS-AGATHE-1.3- AKSI NYATA

1. Latar Belakang

Sekolah terdiri dari banyak dewan guru, TU dan penjaga sekolah serta tidak terlepas dari dukungan orang tua , masyarakat dan pemerintah. Tentu banyak hal positif yang dimiliki yang dapat diberikan untuk kebahagiaan dan kesuksesan peserta didik. Melalui rapat Kepala Sekolah Bersama dewan guru dan TU, membicarakan hal-hal yang sudah baik yang telah dilaksanakan di semester 1 untuk dapat ditingkatkan di semester 2 dan tidak lagi membicarakan hal-hal negative yang sudah berlalu.

 2. Deskripsi Aksi Nyata

Pelaksanaan BDR sudah dilaksanakan di semester 1, sebelum dilaksanakan pembelajaran di semester 2 maka dilaksanakanlah rapat dewan guru di SMPN 2 Selat agar pelaksanaan pembelajaran di semester 2 semakin baik pada masa pandemi ini. Kegiatan rapat dihadiri oleh 26 orang guru dan 2 orang tata usaha. Pembahasan tentang hal- hal yang akan dilakukan pada pelaksanaan pembelajaran  di semester 2. 

3  Hasil dari aksi nyata yang dilakukan 

setelah sekitar 3 minggu dilaksanakan. Ternyata pengontrolan siswa yang aktif belajar daring dan luring lebih terkontrol karena wali kelas yang ditugaskan sebagai guru piket setiap 2 kali seminggu. Dan antara wali kelas dan siswanya terjalin kedekatan, hal ini merupakan hal positif untuk memantau dan membimbing karakter siswa.

4. Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan aksi nyata

Ternyata siswa yang tidak aktif belajar artinya yang sering tidak hadir ke sekolah, mempunyai permasalahan pribadi. Dan sebagai wali kelas, setelah saya mengadakan kunjungan ke rumah mereka, ternyata mereka mau ke sekolah dan aktif mengambil tugas luring. Ada beberapa hal juga yang masih terkendala yaitu tentang kualitas jawaban tugas mereka yang masih belum maksimal.

5. Rencana perbaikan di masa yang akan datang

Saya mau meminta keterlibatan orang tua dalam menemani atau membimbing anak dalam belajar dan mengerjakan tugas sekolah anak mereka. Saya juga mau mengadakan program literasi untuk membiasakan anak membaca dan memahami bacaan.




 



 

Sabtu, 23 Januari 2021

PGP-1-Kapuas-Agathe-1.4-Aksi Nyata

Membuat Kesepakatan Kelas

1. Latar Belakang

Waktu yang siswa lalui di sekolah cukup lama, di SMP mereka selama 3 tahun bersama dengan guru di sekolah. Tentu hal-hal yang terjadi di sekolah akan berpengaruh kepada perilaku mereka saat ini dn di kemudian hari. Dalam hal ini, peran guru sangatlah mulia dalam menumbuhkan dan membiasakan nilai-nilai positif dalam diri peserta didik. Sebagai seorang remaja, guru membantu mereka menemukan jati diri mereka, kodrat mereka yang sudah ada dibawa sejak lahir, yaitu bakat dan minat yang mereka miliki. Salah satu cara menumbuhkan kebiasaan positif itu adalah dengan membuat kesepakatan kelas yang berisi nilai-nilai yang ingin kita tanamkan.

2. Deskripsi Aksi Nyata

Membuat kesepakatan kelas untuk siswa yang belajar secara daring dilakukan di awal pembelajaran semester 2 untuk seluruh kelas yang diajarkan melalui zoom meeting.

Membuat kesepakatan kelas untuk siswa yang belajar secara luring dilakukan hanya untuk kelas 7D karena saya sebagai wali kelas yang selalu mengontrol keaktifan mereka di dalam mengumpulkan tugas.

Kesepakatan kelas ini dibuat untuk menumbuhkan karakter positif pada diri peserta didik, meski pada masa pandemik seperti ini.

3. Hasil yang diperoleh adalah tampak tingkat kedisiplinan siswa dan keaktifan siswa dalam belajar dan mengerjakan tugas meningkat.

4. Memang masih ditemui siswa yang belum mengumpulkan tugas dan tidak hadir dalam zoom. dan mata pelajaran lain terkadang yang siswa daring tidak terkontrol. Ada juga siswa hadir saat zoom tetapi tidak mengumpulkan tugas.

5. Hal yang saya lakukan adalah mengingatkan dalam WAG grup dan menelpon orang tua mereka bahkan saya berkunjung ke rumah mereka. Sehingga hasilnya 28 orang siswa kelas 7D aktif baik luring maupun daring

 




Cara Membuat e sertifikat otomatis terkirim ke email

 Cara membuat e sertifikat terkirim ke email: 1. Desain template sertifikat di Canva 2. Buat folder materi dll di google Drive. 2. Di Canva ...