Senin, 08 Juni 2020

Soal Online Google Form Perdanaku

Beberapa waktu lalu, saya kerepotan merekap nilai siswa. Mereka tidak disiplin waktu, dalam mengumpulkan tugas. Sungguh melelahkan hampir seharian pegang hp dan daftar nilai. Hari ini kubelajar membuat soal online menggunakan aplikasi google form dari video di youtube. Memang karena keadaan kita harus belajar.
Pertama gagal, kucoba buat lagi,  sampai akhirnya soal online ku selesai dan berhasil dicoba dan aku tidak akan repot lagi mengoreksi  tugas mereka. Tidak sabar untuk mengirim link soal nya besok pagi .
Hari ini juga cukup melelahkan, merekap nilai siswa, menelepon orang tua mereka untuk memberitahukan kalau anak mereka belum mengerjakan tugas. Ada beberapa  no hp orang tuanya yang tidak aktif lagi. Jadi, besok pagi mau kesekolah mencari no hp dan wa orang tua siswa dari buku siswa. Inilah ceritaku hari ini....semua tentang siswaku....

Minggu, 07 Juni 2020

Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Menulis

        "Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Menulis" itulah yang membuat saya salut dengan Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. Di era digital sekarang ini, sering kita mendengar kalimat, " kami ini sudah tua, kalian yang muda lah yang seharusnya belajar", atau yang muda juga berkata, " banyak sekali yang harus saya urus, beri makan anak saya, mengurus rumah dll, kami tidak ada waktu untuk belajar".  Ia semua kita  banyak kesibukan, tetapi  ibu yang satu ini cukup hebat bagi saya. menulis di usia mendekati 50 tahun.
Sebelum kita membahas lebih banyak lagi tentang pengalaman ibu Sri dalam menulis buku, mari kita melihat profil seorang Ibu Sri.
           Ibu Sri Sugiastuti lahir 8 April 1961, tinggal di Jakarta  sejak usia 1 tahun sampai lulus SMA tahun 1980. Kuliah di UNS dan mengajar di Jakarta sampai tahun 1990. Karena cinta dan tanggung jawab terhadap keluarga Bu Sri pindah ke Solo sampai saat ini. Beliau bekerja sebagai pengajar, pegiat literasi, pengurus TPQ Mesjid Al Fath dan Blogger
            Beberapa buku karya Ibu Sri adalah :
1. SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris Untuk SMK
2. Diary ketika Buah Hati sakit
3. 25 Kompasianer Merawat Indonesia
4. Indonesia Satu
5. Muara Kasih Ibu
6. Move On
7. Go To 2020
8. Move On
9. Seni Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Islami
10. Kugelar Sajadah Cinta
11. Deburan Ombak Waktu
12. SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris Untuk SMK edisi baru
13. The Stiries Cakes For Beloved Moms
14. The Stories Wonder Woman
15. Tipuan Asmara
16. Wow English is So Easy Kids
17. Perempuan Terbungkas
18. Catatan Religi Bu Kanjeng
19. Merawat Harapan
20. The Power of Mother's Prayer
21. Masuk Surga Karena Anak.
        Pada pertemuan ke 3 kuliah online dengan tema, " Berbagi Pengalaman Menerbitkan Buku", Ibu Sri menyampaikan materi secara lisan melalui rekaman  audio di grup WA. Beliau mengatakan mulai menulis buku di usia mendekati 50 Tahun. Dengan pedoman tidak ada kata terlambat untuk belajar, ibu Sri terus belajar dan terus belajar menulis untuk sehingga menjadi ketagihan menulis. Pada tahun 2007 saat kuliah S2, ibu Sri harus berkenalan dengan internet, medsod, harus banyak ke perpustakaan dan ke toko buku. Ibu Sri menemukan satu  buku karangan kang Ewa yang berkata Menulis Itu Gampang. dari buku itulah Ibu Sri termotivasi dan meyakini untuk bisa menulis.
        Pada tahun 2009, ketika mengikuti MGMP Bahasa Inggris, ada seorang teman ibu Sri yang mengajaknya membuat buku ajar . Kebetulan yang membutuhkan Buku Ajar itu   adalah penerbit Erlangga.  Ibu Sri menyanggungi dan pada bulan Oktober 2010 terbitlah buku SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris Untuk SMK. Bu Sri mengakui, mulai merasakan keuntungan dari menulis sebuah buku yaitu selain kepuasan hati juga royalti yang didapati setiap semester yang masuk melalui rekening bank.
Buku tersebut laris manis karena kebetulan masuk ke dalam pengadaan buku di sekolah. Itulah pengalaman yang dibagi bu Sri saat bekerjasama dengan penerbit mayor.
        Ibu Sri juga berbagi pengalaman tentang menerbitkan buku secara indie. Tahun 2009 mulai menulis dan 2010 terbitlah buku . Sebagai penulis pemula waktu itu Ibu Sri mengatakan dia bahwa dia menulis apa yang ada di hati dan pikirannya. sehingga waktu itu mencapai 418 halaman. Buku itu berkisah dari ibunda nya remaja sampai ibu Sri berumur 50 Tahun.
        Sejak saat itu ibu Sri mulai sering menulis, dan sudah memiliki kira-kira 20 buku antologi. baik itu menulis pribadi maupun bergabung dengan teman-temannya. Ibu Sri mengatakan menulis buku antologi, kita bisa belajar dari tulisan teman-teman dan menemukan ciri kepenulisan kita sendiri.
        Ibu Sri suka silaturahmi dan suka belajar, sampai-sampai pernah memanggil mentor untuk belajar dengan biaya sendiri  yang kisarannya cukup mahal. seiring waktu Ibu Sri akhirnya bisa dipanggil untuk kegiatan-kegiatan kepenulisan.
        Sungguh pengalaman yang luar biasa!!

      

Jumat, 05 Juni 2020

Kelulusan Siswa Di Tengah Corona

Jumat, 5 Juni 2020 SMPN 2 Selat mengumumkan kelulusan siswa kelas 9 Tapel 2019/2020. Pengumuman Kelulusan adalah momen yang dinanti-nantikan siswa, bagaimana tidak! Pengumuman Kelulusan biasanya disertai dengan pemberian beberapa penghargaan di bidang akademik, contohnya peraih nilai tertinggi IPA, Matematika dll. Tahun ini sepertinya Corona juga merampas kebahagiaan dan kebanggaan siswa terbaik yang sudah memimpikannya selama ini. Bagi siswa bukan nilai hadiah yang mereka lihat tetapi kebanggaan yang mereka rasakan saat nama mereka dipanggil di depan semua siswa yang lain. Kelulusan tahun ini terpaksa harus diumumkan online lewat HP melalui grup WA yaitu dengan SK Kelulusan dari Kepala Sekolah sebagai hasil rapat dewan guru tanggal 3 Juni 2020. Saya sedih melepas kelulusan  siswa terbaikku.  Corona juga membuat mereka tidak bisa foto selfie dengan teman-teman mereka karena Kapuas sedang PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar). Corona cepatlah pergi dari negara kami. Banyak hal yang sudah kau rampas.
Siswa ku semua, ibu ucapkan selamat atas kelulusan kalian. Doa ibu, biarlah kelak kalian menjadi orang yang sukses dan berahlak mulia.

Kamis, 04 Juni 2020

Menerbitkan Hasil PTK Menjadi Buku


Resume kuliah online Belajar Menulis pertemuan ke 2 dilaksanakan Rabu, 3 Juni 2020 mulai pukul 19.00 s/d 21.00 WIB melalui grup WA Belajar Menulis gel 12. 
Adapun materi kuliah pertemuan ke 2 ini adalah tentang " Menerbitkan Buku Dari Hasil Penelitian Tindakan Kelas" bersama ibu Hati Nurahayu. Seperti biasa, kuliah dibagi 2 sesi yaitu sesi 1 pemaparan materi dari ibu Hati, sesi 2 adalah sesi tanya jawab.
Sebelum materi dimulai, setiap peserta wajib mengisi absen secara online juga. Berikut adalah ringkasan materi dari ibu Hari Nurahayu.
1. Semua guru PNS biasanya diwajibkan untuk membuat PTK untuk persyaratan kenaikan pangkat. Menurut Bu Hati, membuat PTK itu susah susah gampang dalam menyusun atau menentukan latar belakang PTK, karena itu merupakan titik awal yang menentukan untuk PTK dapat dilakukan.
2. Manfaat dari PTK yang dibukukan, selain mendapat nilai PAK untuk kenaikan pangkat. Buku bermanfaat sebagai bahan literasi untuk bacaan bagi pendidik lain dalam membuat PTK mereka.
3. Sebagai editor, bu Hati tidak langsung menerbitkan PTK yang dikirim oleh guru-guru, yang menurutnya guru-guru itu memiliki versi dan ciri khas masing-masing dalam membuat PTK. Tetapi PTK itu diubah terlebih dahulu menjadi selayaknya sebuah buku supaya lebih menarik dan enak dibaca.
4. Cara mengubah PTK menjadi sebuah buku ada 2 versi. Versi pertama adalah menggunakan kata kunci dalam PTK, perbanyak literasi dari sumber buku yang relevan dengan PTK supaya dapat menyajikan materi pendidikan yang luwes ke depannya. Dalam versi ini jangan menulis  bahwa buku itu laporan PTK dan kalau dibuku untuk hasil penelitian dalam PTK bisa ditulis dalam penerapan pembelajaran . Contoh judul buku dari hasil PTK adalah Penerapan Media Kuartet Dalam Pembelajaran Sistem Rangka.
Versi kedua adalah mengumpulkan hasil PTK, versi ini diawali penjelasan apa itu PTK, lalu di bagian berikutnya masukan PTK yang dibuat sebagai contoh PTK. PTK yang dimasukkan bisa satu atau lebih. Lebih bagus kalau dari Mapel yang berbeda. Contoh judul buku adalah Mari Menulis Penelitian Tindakan Kelas.
5. Buku memiliki halaman minimal 70 halaman dengan ukuran kertas A5.
6. PTK yang bisa dijadikan buku minimal sudah diseminarkan di Sekolah atau MGMP, lebih bagus lagi kalau PTK yang sudah mendapat juara.
7. Kesimpulan dari bu Hati adalah supaya karya tulis ilmiah kita menjadi lebih bermanfaat mari kita jadikan buku yang memiliki ISBN daripada hanya berbagi file PTK. Supaya bisa dibaca oleh pendidik lain dan bisa menjadi karya kita yang tak lekang oleh waktu. ( Agathe, S.Pd gel 12)

Rabu, 03 Juni 2020

Praktek Tidak Semudah Teori

Beberapa waktu lalu saya mencoba resep kue dari you tube, semua saya ikuti sesuai resep yang ada. Tapi hasilnya gagal. Saya coba lagi untuk kedua kalinya dengan perlakuan yang berbeda dan gagal lagi. Setelah kegagalan yang kedua, saya menyadari bahwa kesalahannya terletak di mixer yang saya pakai,  ternyata mixer untuk mentega he he. Kali ini saya tidak  berbagi tentang resep kue.
Terkadang saat kita hidup bersama dengan orang disekitar kita, keluarga, tetangga, dan teman-teman kita. Sangat mudah sekali kita memberi komentar bahkan memberi kritikan tentang apa yang orang alami dan lakukan. Kalau kritik membangun itu bagus, tapi kalau kritik pedas yang berupa sindiran itu menyakitkan. Padahal kalau kita di posisi orang tersebut mungkin kita tidak lebih baik dari mereka bahkan bisa lebih parah. KARENA PRAKTEK TIDAK SEMUDAH TEORI. Mari belajar untuk berkata, berkomentar,berpikir positif terhadap orang lain. Karena kalau kita di posisi mereka belum tentu kita lebih baik dari mereka. Ada hal-hal yang baru kita pahami setelah kita mempraktekkannya. JADI, MARI SALING BERKOMENTAR, BERKATA, BERPIKIR POSITIF DENGAN ORANG LAIN.

Selasa, 02 Juni 2020

Perasaan Tidak Menentu

Pagi tadi hati terasa galau, melihat blog di wa grup belum direspon. Perasaan minder muncul, tulisanku memang kurang baik, tulisan orang lain semua baik. Ada teman yang baik hati menyemangati, " semangat bu...mungkin karena peserta di wa grup banyak bu". Ia bu kataku. Sempat ada perasaan malas menulis dan berpikir mungkin ini bukanlah bidangku. Aku melakukan pekerjaan rumah seperti biasa. Tapi saat ada waktu senggang, kuraih hp yang dibuka ternyata blog. Aku memang suka menulis tetapi perlu berlatih dan belajar. Kecenderungan ingin tulisan cepat selesai, tanpa melihat kerapian dan keindahannya, yang penting tertuang apa yang dipikiranku. Ini semua mungkin perlu kuubah, jangan tergesa-gesa berusahalah melakukan lebih baik lagi. Tapi saya rasa blog memang bisa jadi buku harianku, walaupun untuk isinya ya..tidak bisa yang bersifat pribadi dan rahasia. Tetapi lebih ke pengetahuan. Memang sih..ke depannya saya akan bercerita banyak tentang sekolah dan siswa saya saja.
Sebenarnya malam ini, hampir tidak menulis, tetapi ditanya Omjay di wa grup sudah menuliskah anda hari ini? Kuraihlah hp ku dan kutulislah rasa di hatiku.
Wa grup belajar menulis memang membantu menyemangati. Maafkan tulisanku masih sebatas buku harian. Semoga kedepannya saya bisa berbagi pengetahuan di blog. Selamat malam

Senin, 01 Juni 2020

Belajar Menulis Bersama Om Jay dkk

       
 Kuliah online bersama Om Jay dkk malam hari ini membawa semangat untuk menulis, bagaimana tidak malam hari ini Om Jay berbagi pengalaman yang menurut saya itu adalah prestasi yang luar biasa. Ada 4 buku yang dihasilkan dari menulis di blog yaitu Catatan Harian Seorang Guru Blogger, Blogger Ternama, Melejitkan Keterampilan Menulis Siswa dan Menulislah setiap hari buktikan apa yang terjadi.
Om Jay memberi tema kuliah malam ini, sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Menurut beliau, menulis buku itu memerlukan waktu yang tidak sebentar, oleh sebab itu Om Jay menulis di blog setiap hari.
        Sebagai contoh, Buku Catatan Harian Seorang Guru Blogger diterbitkan dalam waktu 6 bulan dikerjakan oleh Pak Sukarno sebagai editor, semua bisa dikerjakan walaupun Om Jay belum tatap muka dengan Pak Sukarno. Tempat dan jarak bukan halangan untuk berkarya di era sekarang ini.
        Sesi kuliah online malam ini juga, Om Jay berbagi pengalaman Hasil PTK nya yang diterbitkan menjadi buku yaitu Melejitkan Keterampilan Menulis Siswa. PTK ini berhasil sebagai finalis lomba karya tulis inovasi pembelajaran. Dan Om Jay berhasil mendapat berbagai hadiah, liburan bahkan belajar di luar negeri. Awalnya Om Jay tidak tahu kalau PTK bisa menjadi buku, tetapi setelah belajar secara online dengan Pak Lukman di Jawa Timur dan Ibu Hati di Bandung menawarkan diri sebagai editornya maka PTK bisa menjadi buku.
        Begitu juga buku Blogger Ternama merupakan buku yang diterbitkan oleh Pak Wiranto dari penerbit Camp Pustaka. Buku ini menuliskan tentang kisah nyata seorang guru biasa yang hobi menulis menjadi guru yang bisa memberi inspirasi kepada guru-guru lain.
        Buku selanjutnya yaitu Menulislah setiap hari, merupakan buku pertama  kali Om Jay di penerbit Mayor. Saya baru tahu juga dari sesi tanya jawab kuliah malam ini, bahwa penerbit Mayor itu  minimal 5000 buku sekali cetak dan kita harus mampu menjualnya. Buku Menulislah setiap hari memerlukan waktu 3 tahun untuk diterbitkan dan Om Jay dibantu oleh Mas Yuan Acita dan Penerbit Indeks Jakarta.
        Kesimpulan yang saya dapat malam ini adalah untuk menulis sebuah buku perlu kolaborasi antara penulis dan editor.
        Mulailah menulis setiap hari minimal 3 paragraf, mulailah menulis apa yang disukai dan dikuasai itu sih pesan Om Jay. 
        Terima kasih. ( Gel 12)
 

Cara Membuat e sertifikat otomatis terkirim ke email

 Cara membuat e sertifikat terkirim ke email: 1. Desain template sertifikat di Canva 2. Buat folder materi dll di google Drive. 2. Di Canva ...