Jumat, 11 Juni 2021

PGP-1-KAPUAS-AGATHE-AKSI NYATA MODUL 3.3

Judul Program    : Program Peningkatan Ketrampilan Siswa Dalam menggunakan Aplikasi Power point Melalui Pembelajaran IPA Di SMPN 2 Selat

Latar Belakang

SMPN 2 Selat memiliki salah satu aset modal utama yaitu modal fisik berupa sarana prasarana yang baik. SMPN 2 Selat memiliki laboratorium komputer dan komputer yang memadai. Sementara, kondisi peserta didik hanya sekitar 25 % saja yang memiliki laptop di rumahnya. Padahal saat mereka melanjutkan di jenjang SMA/SMK sederajat, mereka akan diperhadapkan untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah mereka dengan menggunakan komputer atau laptop. Betapa tertinggalnya mereka, jika tidak dikenalkan dan diajarkan menggunakan minimal program power point, M.S word dan Exel.  Selain, itu tuntutan dunia kerja juga sudah rata-rata berbasis IT. 

Yang saya lakukan adalah :

1. Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah terkait program peningkatan keterampilan peserta didik menggunakan aplikasi Power Point.

2. Berkoordinasi dengan penanggung jawab laboratorium komputer.

3. Mengecek kesiapan laboratorium komputer dengan meminta bantuan rekan kerja.

4. Menentukan jadwal ke laboratorium komputer

5. Menentukan tugas yang akan diberikan kepada peserta didik untuk dikerjakan di laboratorium komputer.

6.Meminta kesediaan rekan untuk membantu mengambil dokumenasi kegiatan.

7. Melaksanakan kegiatan, mulai dari cara menghidupkan, mencari aplikasi power point di layar, memilih slide, mengetik di slide, menyimpan dan memberi nama file dan mematikan komputer.


 

Perasaan 

Saya merasa bahagia melihat ekspresi gembira peserta didik, saat saya berkata kita belajar di laboratorium komputer. Kemudian mereka sangat senang dalam belajar, kadang terdengar cekikikan karena salah pencet keyboardnya.  Di antara mereka juga saling berinteraksi dengan teman-temannya dan  saling membantu. Rekan saya guru, bu Yurike, S.Pd yang saya mintai tolong untuk merekam kegiatan, merasa terharu katanya melihat anak-anak yang masih canggung memegang mouse. Bu Yurike berkata, : " saya merasa kasihan bu, mungkin baru pertama mereka memegang komputer karena orang tua mereka tidak memilikinya. Nanti saya juga akan mengajar mereka di mata pelajaran saya bu Agathe". 

Pembelajaran

Setelah melaksanakan kegiatan, pembelajaran yang saya dapati adalah bahwa peserta didik memiliki daya tangkap yang cepat mungkin karena mereka menyukainya. Tetapi menurut saya mereka akan lupa kalau hanya sekali-kali dilakukan , dan beberapa orang masih belum lancar dan masih diarahkan. Di samping itu, kendala yang saya hadapi adalah saat itu saya tidak menyiapkan layar LCD karena saya tidak menemukan kabel Hdmi sehingga saya harus mengintruksikan hanya dengan suara , akhirnya saya harus datang dari meja satu ke meja lainnya dalam memberi bimbingan.


 

Penerapan ke depan

Saya harus menyiapkan LCD dan kabel hdmi, lalu saya seharusnya mengajarkan word dulu baru power point karena peserta didik ternyata banyak yang belum bisa mengetik di word karena masih banyak dari mereka yang bertanya untuk menghapus huruf, membuat huruf besar dll. Kendala lainnya yaitu kalau saya mengajar komputer bagaimana dengan materi IPA saya? Kami bersama teman-teman akan bergantian belajar laboratorium komputer, misalnya IPA 1 kali dalam  sebulan dilanjut  Bahasa Inggris, Prakarya dll menyesuaikan materi yang akan kami sampaikan.


 

Harapan 

Saya berharap peserta didik lulusan SMPN 2 Selat minimal bisa menguasai MS.word, power point dan excel. Semoga terkabulkan. Amin. 

 


Senin, 31 Mei 2021

Lahirnya Pancasila


 Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 Dalam pidatonya konsep dan rumusan awal Pancasila pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Awalnya pidato ini disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul. Hampir semua literatur menyebutkan bahwa Pancasila itu lahir di Ende kota kecil di lereng perbukitan pulau Flores Nusa Tenggara Timur Pancasila adalah buah permenungan Bung Karno saat masa pembuangannya selama 4 tahun di Ende yaitu dari 14 Januari 1934 sampai 18 Oktober 1938.  Di kota Ende Bung Karno bergaul dengan rakyat kecil dari berbagai agama, budaya dan suku. Seorang jurnalis asal Amerika Cindy Adams menulis buku berjudul Soekarno  pernah menanyakan sebuah pertanyaan penting kepada Bung Karno, "apa pesan anda kepada rakyat Indonesia" dan Soekarno pun menjawab dengan jawaban yang sangat patriotik dan menggugah semangat kebangsaan seperti ini, "menjadi negara Indonesia ini adalah negeri yang begitu hebat 17000 Pulau dikelilingi lautan membentang begitu luas tanpa semangat untuk membangun negara mustahil Indonesia bisa berdiri hingga sekarang".


Lahirnya Pancasila adalah karena Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari multireligius dan

multicultural. Selamat Hari Lahir Pancasila.

Senin, 19 April 2021

Koneksi Antar Materi Modul 3.1

     Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan  karena guru adalah pemberi contoh/teladan bagi murid, dengan teladan itu membimbing dan mengajar mereka untuk mengambil keputusan dan mereka boleh mengerti kalau guru mereka berpihak kepada mereka dan menginginkan yang terbaik untuk mereka.

    Etika terkait dengan karsa karena manusia memiliki kesadaran moral. Akal dan moral dua dimensi manusia yang saling berkaitan. Etika terkait dengan karsa karena manusia memiliki kesadaran moral. Karsa merupakan suatu unsur yang tidak terpisahkan dari perilaku manusia.  Karsa ini pun berhubungan dengan nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang dianut oleh seseorang, disadari atau pun tidak. Nilai-nilai atau prinsip-prinsip inilah yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil suatu keputusan yang mengandung unsur dilema etika. 

    Setelah mengambil keputusan dengan 9 langkah pengambilan keputusan yang ada, ternyata untuk suatu keputusan perlu saya analisis lagi dengan melakukan coaching kepada murid saya, lalu saya akan melakukan 9 langkah pengambilan keputusan lagi berdasarkan fakta-fakta yang ada, yang diperoleh dari hasil coaching.

    Menyikapi studi kasus yang fokus pada masalah  moral atau etika memang sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik. Sebagai seorang pendidik dalam pengambilan keputusan harus bisa menggunakan 3 prinsip dalam pengambilan keputusan, tergantung dari masalah yang dialami murid. Untuk prinsip berbasis peraturan, terkadang juga harus menggunakan nilai-nilai kepedulian kepada murid.

    Jika sebagi pendidik kita dapat mengambil keputusan yang tepat maka pasti semua pihak yang terlibat akan merasa senang dan puas, lingkungan belajar juga menjadi terasa menyenangkan.

    Tantangan berupa kesulitan-kesulitan pengambilan keputusan untuk kasus dilema etika pasti ditemui, misalnya saat berhadapan dengan rekan kerja, bagaimana harus mengambil keputusan supaya tidak terjadi salah paham. Cara berkomunikasi yang baik sangat diperlukan dalam menyampaikan keputusan yang kita ambil. Melakukan perubahan paradigma juga salah satu cara yang baik, misalnya melalui sharring dengan rekan sekerja atau Kepala Sekolah ke guru-gurunya dalam forum rapat.

    Pengambilan keputusan yang tepat akan membantu pengajaran yang memerdekakan murid karena dengan lingkungan yang aman, nyaman dan mereka merasa diterima maka potensi murid akan bertumbuh.

    Guru merupakan orang yang berperan penting dalam pembentukan karakter murid, sehingga jika guru dapat mengambil keputusan yang tepat, maka murid-murid sungguh dapat bercermin atau mengidolakan gurunya. Hal ini mempengaruhi mereka tentang bagaimana mereka juga dapat mengambil keputusan dalam hidup mereka dan masa depan mereka.

    Filosofi KHD yang mengatakan bahwa tugas pendidik adalah memberikan tuntunan kepada potensi yang dimiliki murid sehingga mereka dapat bahagia dan siap untuk mengahdapi tantangan zaman di masyarakat dapat tercapai dibantu oleh pendidik yang memiliki visi guru penggerak yairu mewujudkan merdeka belajar bagi muridnya. Dengan cara menerapkan budaya positif bersama dengan komunitas praktisi yang ada. Selanjutnya dalam rangka pembentukkan karakter tersebut, pendidik juga melakukan pembelajaran berdiferensiasi agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang, dan guru juga dapat melejetkan potensi yang dimiliki oleh anak dengan melakukan coaching. Untuk melakukan tugasnya yang begitu banyak guru juga perlu menerapkan KSE dalam dirinya dan mengajarkan ke murid-muridnya. Kemudian setelah melakukan coaching, guru juga dilatih untuk pengambilan keputusan. Semua ini berkaitan hanya untuk mewujudkan merdeka belajar pada pembelajaran kita demi murid yang kita tuntun.

Rabu, 27 Januari 2021

PGP-1-KAPUAS-AGATHE-1.3- AKSI NYATA

1. Latar Belakang

Sekolah terdiri dari banyak dewan guru, TU dan penjaga sekolah serta tidak terlepas dari dukungan orang tua , masyarakat dan pemerintah. Tentu banyak hal positif yang dimiliki yang dapat diberikan untuk kebahagiaan dan kesuksesan peserta didik. Melalui rapat Kepala Sekolah Bersama dewan guru dan TU, membicarakan hal-hal yang sudah baik yang telah dilaksanakan di semester 1 untuk dapat ditingkatkan di semester 2 dan tidak lagi membicarakan hal-hal negative yang sudah berlalu.

 2. Deskripsi Aksi Nyata

Pelaksanaan BDR sudah dilaksanakan di semester 1, sebelum dilaksanakan pembelajaran di semester 2 maka dilaksanakanlah rapat dewan guru di SMPN 2 Selat agar pelaksanaan pembelajaran di semester 2 semakin baik pada masa pandemi ini. Kegiatan rapat dihadiri oleh 26 orang guru dan 2 orang tata usaha. Pembahasan tentang hal- hal yang akan dilakukan pada pelaksanaan pembelajaran  di semester 2. 

3  Hasil dari aksi nyata yang dilakukan 

setelah sekitar 3 minggu dilaksanakan. Ternyata pengontrolan siswa yang aktif belajar daring dan luring lebih terkontrol karena wali kelas yang ditugaskan sebagai guru piket setiap 2 kali seminggu. Dan antara wali kelas dan siswanya terjalin kedekatan, hal ini merupakan hal positif untuk memantau dan membimbing karakter siswa.

4. Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan aksi nyata

Ternyata siswa yang tidak aktif belajar artinya yang sering tidak hadir ke sekolah, mempunyai permasalahan pribadi. Dan sebagai wali kelas, setelah saya mengadakan kunjungan ke rumah mereka, ternyata mereka mau ke sekolah dan aktif mengambil tugas luring. Ada beberapa hal juga yang masih terkendala yaitu tentang kualitas jawaban tugas mereka yang masih belum maksimal.

5. Rencana perbaikan di masa yang akan datang

Saya mau meminta keterlibatan orang tua dalam menemani atau membimbing anak dalam belajar dan mengerjakan tugas sekolah anak mereka. Saya juga mau mengadakan program literasi untuk membiasakan anak membaca dan memahami bacaan.




 



 

Sabtu, 23 Januari 2021

PGP-1-Kapuas-Agathe-1.4-Aksi Nyata

Membuat Kesepakatan Kelas

1. Latar Belakang

Waktu yang siswa lalui di sekolah cukup lama, di SMP mereka selama 3 tahun bersama dengan guru di sekolah. Tentu hal-hal yang terjadi di sekolah akan berpengaruh kepada perilaku mereka saat ini dn di kemudian hari. Dalam hal ini, peran guru sangatlah mulia dalam menumbuhkan dan membiasakan nilai-nilai positif dalam diri peserta didik. Sebagai seorang remaja, guru membantu mereka menemukan jati diri mereka, kodrat mereka yang sudah ada dibawa sejak lahir, yaitu bakat dan minat yang mereka miliki. Salah satu cara menumbuhkan kebiasaan positif itu adalah dengan membuat kesepakatan kelas yang berisi nilai-nilai yang ingin kita tanamkan.

2. Deskripsi Aksi Nyata

Membuat kesepakatan kelas untuk siswa yang belajar secara daring dilakukan di awal pembelajaran semester 2 untuk seluruh kelas yang diajarkan melalui zoom meeting.

Membuat kesepakatan kelas untuk siswa yang belajar secara luring dilakukan hanya untuk kelas 7D karena saya sebagai wali kelas yang selalu mengontrol keaktifan mereka di dalam mengumpulkan tugas.

Kesepakatan kelas ini dibuat untuk menumbuhkan karakter positif pada diri peserta didik, meski pada masa pandemik seperti ini.

3. Hasil yang diperoleh adalah tampak tingkat kedisiplinan siswa dan keaktifan siswa dalam belajar dan mengerjakan tugas meningkat.

4. Memang masih ditemui siswa yang belum mengumpulkan tugas dan tidak hadir dalam zoom. dan mata pelajaran lain terkadang yang siswa daring tidak terkontrol. Ada juga siswa hadir saat zoom tetapi tidak mengumpulkan tugas.

5. Hal yang saya lakukan adalah mengingatkan dalam WAG grup dan menelpon orang tua mereka bahkan saya berkunjung ke rumah mereka. Sehingga hasilnya 28 orang siswa kelas 7D aktif baik luring maupun daring

 




Rabu, 30 Desember 2020

Budaya Positif Sekolah


             Sekolah adalah institusi pembentukan karakter. Menurut Ki Hadjar Dewantara,  “Adapun maksud pendidikan yaitu: menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya” (dikutip dari buku Ki Hajar Dewantara seri 1 pendidikan halaman 20). Sebagai guru perlu membangun komunitas di sekolah untuk menyiapkan murid di masa depan agar menjadi manusia berbudaya tidak hanya untuk pribadi tapi berdampak pada masyarakat.Karakter yang diinginkan adalah pelajar yang  beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keimanan dan ketakwaannya termanifestasi dalam akhlak yang mulia terhadap diri sendiri, sesama manusia, alam, dan negaranya. Ia berpikir dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan sebagai panduan untuk memilah dan memilih yang baik dan benar, bersikap welas asih pada ciptaan-Nya, serta menjaga integritas dan menegakkan keadilan. Pelajar Indonesia senantiasa berpikir dan bersikap terbuka terhadap kemajemukan dan perbedaan, serta secara aktif berkontribusi pada peningkatan kualitas kehidupan manusia sebagai bagian dari warga Indonesia dan dunia. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, Pelajar Indonesia memiliki identitas diri merepresentasikan budaya luhur bangsanya. Ia menghargai dan melestarikan budayanya sembari berinteraksi dengan berbagai budaya lainnya. Ia peduli pada lingkungannya dan menjadikan kemajemukan yang ada sebagai kekuatan untuk hidup bergotong royong. Pelajar Indonesia merupakan pelajar yang mandiri. Ia berinisiatif dan siap mempelajari hal-hal baru, serta gigih dalam mencapai tujuannya. Pelajar Indonesia gemar dan mampu bernalar secara kritis dan kreatif. Ia menganalisis masalah menggunakan kaidah berpikir saintifik dan mengaplikasikan alternatif solusi secara inovatif. Ia aktif mencari cara untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri dan bersikap reflektif agar dapat terus mengembangkan diri dan berkontribusi kepada bangsa, negara, dan dunia. 

Tujuan dari pendidikan karakter secara luas (CCR, 2015) adalah : 

❏ Untuk membangun fondasi dalam pembelajaran seumur hidup

❏ Untuk mendukung relasi yang baik di dalam tempat tinggal, komunitas, dan tempat kerja 

❏ Untuk mengembangkan nilai-nilai (values) personal dalam berkontribusi di kehidupan global

             Tujuan utama dari pendidikan karakter juga bukan hanya mendorong murid untuk sukses secara moral maupun akademik di lingkungan sekolah, tetapi juga untuk menumbuhkan moral yang baik pada diri murid ketika sudah terlibat di dalam masyarakat.

             Menurut Character Education Partnership (2010) ada beberapa panduan dalam pelaksanaan program pendidikan karakter di sekolah agar program yang dibentuk dapat berjalan dengan efektif :

1. Nilai inti (Core values) yang disusun didefinisikan, dilaksanakan, dan tertanam dalam budaya sekolah  

2. Karakter harus secara komprehensif menggambarkan cara berpikir, merasa, dan berperilaku

3. Sekolah menggunakan pendekatan yang komprehensif dan proaktif untuk mengembangkan karakter

4. Sekolah harus menjadi komunitas yang menunjukkan rasa peduli  

5. Untuk mengembangkan karakter, murid membutuhkan kesempatan agar dapat berperilaku baik secara moral

6. Melibatkan seluruh staf sekolah

7. Memerlukan kepemimpinan positif (positive leadership) dari staf sekolah dan murid

8. Melibatkan orang tua dan komunitas sekolah lainnya

9. Menilai hasil pendidikan karakter dan melakukan improvisasi secara berkala

Menmbangun budaya positif di sekolah tidaklah mudah, kita harus memulai membangun hubungan yang baik antara guru dan murid. Untuk itu kita perlu mempelajari 5 posisi kontrol guru.


 Kita juga perlu mempelajari tentang disiplin dan hukuman. Yang manakah yang efektif dalam menumbuhkan budaya positif di sekolah.  Kita seringkali memandang bahwa hukuman adalah bentuk yang sama dengan proses pen-disiplin-an dan memberikan hukuman sebagai salah satu langkah dalam proses disiplin murid. Padahal, disiplin dan hukuman memiliki arti yang berbeda dan memberikan efek yang sangat berbeda dalam pembentukan diri murid. Disiplin merujuk pada praktik mengajar atau melatih seseorang untuk mematuhi peraturan atau perilaku dalam jangka pendek dan jangka panjang. Sementara hukuman dimaksudkan untuk mengendalikan perilaku murid, disiplin dimaksudkan untuk mengembangkan perilaku para murid tersebut serta mengajarkan murid tentang kontrol dan kepercayaan diri dengan berfokus pada apa yang mampu mereka pelajari.

Disiplin sebaiknya juga menerapkan hal-hal berikut ini:

 • Fokus dalam mengoreksi dan mendidik

 • Mendorong tanggung jawab dan disiplin diri

 • Jangan pernah merusak atau membahayakan martabat pelajar atau pendidik

Berikut adalah tabel perbedaan disiplin daan hukuman :

 


.             Salah satu langkah dalam menerapkan budaya disiplin positif adalah dengan membentuk lingkungan kelas yang mendukung terciptanya budaya positif, yaitu dengan menyusun kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas yang efektif dapat membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif di kelas. Hal ini juga dapat membantu proses belajar mengajar yang lebih mudah dan tidak menekan. 

Kesepakatan kelas berisi beberapa aturan untuk membantu guru dan murid bekerja bersama membentuk kegiatan belajar mengajar yang efektif. Kesepakatan kelas tidak hanya berisi harapan guru terhadap murid, tapi juga harapan murid terhadap pengajar. Kesepakatan disusun dan dikembangkan bersama-sama antara guru dan murid.

 Kesepakatan kelas berisi beberapa aturan untuk membantu guru dan murid bekerja bersama membentuk kegiatan belajar mengajar yang efektif. Kesepakatan kelas tidak hanya berisi harapan guru terhadap murid, tapi juga harapan murid terhadap pengajar. Kesepakatan disusun dan dikembangkan bersama-sama antara guru dan murid. Dalam menyusun kesepakatan kelas, guru perlu mempertimbangkan hal yang penting dan hal yang bisa dikesampingkan. Murid dapat mengalami kesulitan dalam mengingat banyak informasi, jadi susunlah 4 - 8 aturan untuk setiap kelas. Jika berlebihan, murid akan merasa kesulitan dan tidak mendapatkan makna dari kesepakatan kelas tersebut. Kesepakatan harus disusun dengan jelas sehingga murid dapat memahami perilaku apa yang diharapkan dari mereka. Kesepakatan yang disusun perlu mudah dipahami dan dapat langsung dilakukan. Kesepakatan perlu dapat diperbaiki dan dikembangkan secara berkala, seperti setiap awal semester. Untuk mempermudah pemahaman murid, kesepakatan dapat ditulis, digambar, atau disusun sedemikian rupa sehingga dapat dipahami dan disadari oleh murid. Strategi lain adalah dengan mencetaknya di setiap buku laporan kegiatan murid. Hal ini menjadi strategi yang baik untuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah.

Selanjutnya kita akan belajar tentang disiplin positif.  Disiplin Positif sebagai landasan budaya positif dalam membangun hubungan guru dan murid di sekolah. 

Disiplin Positif adalah sebuah pendekatan yang dirancang untuk mengembangkan murid untuk menjadi pribadi dan anggota dari komunitas yang bertanggung jawab, penuh hormat, dan kritis. Disiplin positif mengajarkan keterampilan sosial dan kehidupan yang penting dengan cara yang sangat menghormati dan membesarkan hati, tidak hanya bagi murid tetapi juga bagi orang dewasa (termasuk orangtua, guru, penyedia penitipan anak, pekerja muda, dan lainnya). 

KRITERIA UTAMA DISIPLIN POSITIF

  panduan dalam membangun hubungan dengan murid. 

1. Bersikap baik dan tegas di saat yang bersamaan (menunjukkan sikap hormat dan memberi semangat). 

2. Membantu murid merasa dihargai dan memiliki keterikatan antara dirinya dengan guru dan teman di kelasnya, sehingga ia merasa menjadi bagian dari kelas. 

3. Memiliki komitmen untuk mempertimbangkan efektivitas dan dampak jangka panjang bagi proses belajar murid dari tindakan yang diambil (misalnya; pemberian hukuman bersifat dapat menyelesaikan masalah dalam jangka pendek, tetapi berpotensi memberikan dampak negatif dalam proses belajar pada anak yang bersifat jangka panjang). Dengan begitu, pendidik fokus pada perubahan dan peningkatan perilaku yang menetap, bukan hanya pada perilaku yang berhasil ditampakkan pada saat itu. 

4. Menerapkan disiplin positif berarti membekali murid dengan keterampilan sosial dan mendukung pertumbuhan karakter yang baik seperti rasa hormat, kepedulian terhadap orang lain, komunikasi yang efektif, pemecahan masalah, tanggung jawab kontribusi, kerja sama. 

5. Mengajak murid untuk menemukan bagaimana mereka mampu dan dapat menggunakan kekuatan diri mereka dengan cara yang membangun. 

Menciptakan visi bersama untuk membangun budaya positif  

Visi yang dikembangkan harus mendukung hal-hal berikut ini: 

● Penciptaan lingkungan belajar yang ramah murid di mana murid, pendidik, dan orang tua merasa dihargai dan didukung; serta di mana murid merasa bebas untuk mengekspresikan pandangan mereka dan didorong penuh untuk mencapai potensi yang mereka miliki. 

● Pengajaran dan penguatan positif yang bertujuan untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan peduli. 

● Strategi untuk mengurangi perilaku yang tidak dapat diterima yang melibatkan semua pemangku kepentingan yaitu, pendidik, orang tua, murid dan manajemen sekolah.


 ( Sumber Tulisan ; Modul 1.4 Program Guru Penggerak )

 

Selasa, 01 Desember 2020

PGP-1-Kabupaten Kapuas-Agathe-1.2-Aksi Nyata

Pada masa pandemi Covid -19 pembelajaran tatap muka belum diperbolehkan pada wilayah zona merah, tetapi guru tetap harus melaksanakan penilaian sikap sekaligus mengembangkan penguatan pendidikan karakter murid. Murid tidak terlepas dari keluarga. Oleh karena itu sangat diperlukan dukungan dan kerjasama dari orang tua dalam melaksanakan program ini. Program ini saya namakan Program Kolaborasi Guru dan Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Anak.

SMPN 2 Selat memiliki program wali kelas permanen selama 3 tahun, artinya wali kelas akan menuntun anak didiknya dari kelas 7 sampai dengan kelas 9. Tentu bukanlah waktu yang singkat. Oleh sebab itu saya sebagai wali kelas 7D memiliki impian anak didik saya terkhusus 7D memiliki karakter yang kuat. Karena karakter adalah kunci keberhasilan  mereka. 

Melalui program ini, saya mau mengembangkan nilai-nilai beriman dan berakhlak mulia, tanggung jawab dan nilai mandiri.

Pertama, saya koordinasi dengan Kepala Sekolah sekaligus minta pendapat dan menanyakan jadwal agar beliau bisa hadir dalam kegiatan zoom dengan orang tua siswa.

Kedua, saya harus mencari data no hp/wa orang tua siswa 7D. Saya mencari data dengan tata usaha yaitu formulir pendaftaran mereka saat mendaftar masuk SMPN 2. Setelah itu saya membuat grup WA orang tua 7D.

Ketiga, saya menyiapkan google form untuk disi oleh orang tua siswa. Saya berkolaborasi dengan guru agama Islam, guru Agama Kristen dan Kepala Sekolah tentang isi dari google form yang saya buat.

Keempat, saya menyampaikan undangan dan membagikan link zoom keadaan orang tua siswa 7D melalui grup WA.

Kelima, pelaksanaan zoom dimulai dengan pembukaan, doa, kata pengantar dari Kepala Sekolah,presentasi tentang program kolaborasi orang tua dan guru dalam pembentukan karakter anak, dan diakhiri tanya jawab.

Secara singkat, saya meminta orang tua siswa mengisi google form berikut ini dan mengirimkan foto kegiatan anak mereka saat ibadah, belajar dan membantu orang tua di rumah. Saya meminta orang tua untuk  mengisi isian google form dan foto kegiatan anak pada hari Rabu dan Sabtu melalui grup WA.

Hasil dari aksi nyata yang dilakukan adalah ada terjalin komunikasi antara guru dan orang tua siswa, ada pembiasaan baik yang dilakukan oleh siswa dan  jika dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan dan karakter  baik bagi mereka.

Saya sangat senang karena dapat berkomunikasi dan berkolaborasi dengan orang tua siswa, mereka merespon bahkan ada yang berharap supaya kegiatan ini tetap berlanjut. Tetapi kendala yang saya hadapi adalah ada beberapa orang tua siswa yang tidak dapat bergabung, mungkin karena masalah teknis karena pertemuan lewat zoom atau mis komunikasi lainnya. 

Untuk selanjutnya saya akan mengkomunikasikan kembalib ke forum orang tua saat pembagian raport nanti. 





















Cara Membuat e sertifikat otomatis terkirim ke email

 Cara membuat e sertifikat terkirim ke email: 1. Desain template sertifikat di Canva 2. Buat folder materi dll di google Drive. 2. Di Canva ...