Kamis, 11 Juni 2020

WAHAI GURU, MENULISLAH


Guru Agung Pradini


Rabu, 10 Juni 2020 adalah pertemuan ke -5 kuliah online Belajar Menulis bersama Omjay dkk. Kali ini Narasumber kami adalah Bapak Agung Pardini.  Inilah profil singkat beliau: Nama Lengkap Agung Pradini, menyukai kisah- kisah kepahlawanan sehingga  menempuh S-1 Pendidikan Sejarah dengan tambahan program minor Antropologi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Sejak tahun 2001 - 2008 beliau mengajar sejarah, IPS di belasan institusi SMP dan SMA, Bimbingan Belajar, Program Pengayaan Ujian, hingga Pembelajaran Paket Non- Normal atau PKBM.

Sejak tahun 2008 hingga sekarang, Guru Agung aktif di lembaga kemanusiaan "Dompet Dhuafa" dan menyalurkan dana untuk perancangan dan pelaksanaan program-program pemberdayaan di bidang pendidikan. 

Guru Agung awalnya bertugas sebagai trainer pendidikan untuk melatih guru-guru yang mengabdi di sekolah-sekolah marjinal di berbagai wilayah Indonesia. Serta merancang dan mengelola program-program inovatif di bidang pendidikan sampai menjangkau 34 provinsi.

Ada sekitar 13  program yang di jalankan hingga 30 provinsi dan berjalan sampai sekarang diantara pendampingan sekolah dan pengembangan guru,  pengiriman guru-guru SGI dll.

Dari 2001 sampai sekarang beliau bergelut di dunia pendidikan.

Guru Agung juga ikut menulis buku antologi bersama dengan teman-temannya, ada sekitar 6 buku, diantaranya berjudul Menabung Gula untuk pendidikan.

Guru Agung juga sering dipanggil untuk menjadi narasumber di seminar, lokakarya dan pelatihan-pelatihan bagi para guru.
Salah satu program Dompet Dhuafa adalah SGI ( Sekolah Guru Indonesia) yang dimulai 2009 sampai sekarang.

Itulah profil panjang Guru Agung.

Sekarang kita belajar dari pengalaman-pengalaman beliau.

Dalam kuliah online, Guru Agung berkata ingin memberi perspektif yang berbeda dalam urusan penulisan dan penerbitan buku di bidang pendidikan dan keguruan.
Guru Agung mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya bekerja  di Dompet Dhuafa, para guru di pelosok mengalami tantangan untuk menulis  dan berkarya , hal ini dikarenakan keterbatasan kondisi geografis dan budaya tempat mereka bekerja. Kendala yang dihadapi diantaranya gaya bahasa, pengoperasian komputer,, ketersediaan listrik, ejaan yang belum disempurnakan dll. untuk mengatasi kendala  tersebut adalah dengan model pendampingan intensif oleh para konsultan dan guru-guru relawan selama kurang lebih 1 tahun. Hal ini tentu membutuhkan kesabaran dari para relawan.

Dompet Dhuafa dibangun oleh para jurnalis senior Republika di era-era awal sehingga program pemberdayaan guru didaerah memiliki produk  tulisan contohnya buku, PTK,jurnal, media pembelajaran,puisi dll.

Berikut contoh buku yang sudah dihasilkan :
1. Buku yang berjudul "Temani Aku Meniup Mimpi" adalah buku yang ditulis berdasarkan pengalaman-pengalaman guru selama mengajar yaitu kumpulan inovasi pembelajaran baik itu metode mengajar ataupun media mengajar.
2. Buku Murid Pasif Pangkal Guru Kreatif
Percetakan buku dibiayai oleh donasi zakat yang dikelola oleh Dompet Dhuafa. Buku tersebut tidak diperjual belikan tetapi diberikan secara gratis untuk guru-guru di daerah lain yang membutuhkan
3. Buku Kelana Guru 2 musim dan buku Batu Daun Cinta Teman setia belajarku adalah dua buku tentang pengalaman guru mengajar di pelosok.



Guru Agung juga berbagi cerita bahwa ada seorang guru muda meninggal dalam tugas, dan sebelumnya sempat menulis buku.
Nama guru tersebut kemudian diabadikan menjadi nama penghargaan bagi guru-guru terbaik SGI yaitu Jamilah Samara Award.

Bagaimana Guru Agung mengajarkan guru-guru menulis? yaitu dengan cara menulis "Jurnal Perjalanan Guru". Jurnal ini wajid ditulis setiap malam oleh setiap guru yang mengikuti proses pembinaan di kampus SGI. Jurnal yang isinya tentang pengalaman mereka selama siang hari, ada yang curhat, ada yang tentang teori kependidikan dan kepemimpinan. Jurnal tersebut dikumpulkan dan ditanggapi untuk refleksi dan evaluasi. Mirip dengan kebiasaan Omjay. Melalui kebiasaan menulis jurnal harian menjadikan guru terlatih menulis, tetapi itu tidaklah cukup, guru-guru harus banyak membaca karena kalau tidak banyak membaca ya tidak akan banyak menulis.
Selain membuat jurnal,juga mereka lakukan bedah buku secara rutin, ada yang harian dan mingguan. Dan dalam setiap apel pagi yang dilakukan guru SGI, yang bertugas sebagai pembina apel akan memberi kajian bedah buku. boleh buku apa saja atau novel.
Hal yang menarik lagi adalah mereka melakukan aktivitas "semangat pagi" untuk memberi motivasi dengan menggunakan kata-kata para tokoh dan juga untuk memantau kemajuan bacaan para guru. dan hal ini efektif untuk meningkatkan kepekaan literasi para guru.

Guru Agung percaya bahwa menulis buat guru adalah lompatan dan percepatan peningkatan kapasitas, kompetensi dan rasa percaya diri.










Rabu, 10 Juni 2020

BERBAGI PENGALAMAN BERSAMA TOKOH INSPIRATIF DUNIA PENDIDKAN IBU EMI SUDARWATI


Meski dengan tertatih-tatih mengikuti kuliah online belajar menulis pertemuan  ke 4 karena kesibukan pekerjaan, usaha dan bayi kecilku yang berumur 9 bulan, akupun berusaha untuk mengikutinya. karena bergabung di grup belajar menulis ini membuatku semangat dan terkadang merasa malu jika mau menyerah. Karena bapak-bapak dan ibu-ibu  narasumber yang begitu menginspirasi juga merupakan seorang guru dan sungguh mereka luar biasa semangat belajar dan berbuat yang terbaik untuk negeri.

Senin, 8 Juni 2020 Rasa penasaran dalam hati, Siapakah lagi narasumber malam ini?

Narasumber kuliah online kali ini adalah Ibu Emi Sudarwati. Ini dia Currikulum vitae bu Emi Sudarwati yang dikirim oleh omjay!

CURRIKULUM VITAE EMI SUDARWATI

EMI SUDARWATI.  Alumni Jurusan Bahasa Daerah IKIP Negeri Surabaya tahun 1993 dan lulus tahun 1998.  Mengajar di SMPN 1 Baureno ini sejak tahun 2005.  Disamping aktif mengajar, juga telah menulis dan menerbitkan beberapa karya sastra Jawa dan Sastra Indonesia.  Editor lebih dari 250 buku karya siswa dan guru Indonesia.

Sebagai PJ Budaya Lingkungan dan Pembiasaan Sekolah, aktf sebagai pembina majalah siswa Bhakti  sampai saat ini, Penggagas perpustakaan mini di kelas IXF, dan mengupayakan pengembangan diri Teater Bhakti.  Pengurus MGMP Bahasa Jawa Kabupaten Bojonegoro ini juga sebagai salah Guru Ahli di Pusat Belajar Guru Kabupaten Bojonegoro.

Penulis novel berjudul Ngilon (2014), Novel Kinanthi (2017), Rona Hidup (2018),  Petualangan Siswa Indigo (2019), Novel Sujud Sangisore Talang Mas, dan Kumpulan Esai Menulis dan Menerbitkan Buku untuk Keliling Nusantara dan Dunia (2019).  Bergabung dengan Persatuan Masyarakan Budaya Nasional Indonesia (PERMADANI).  Pengelola TBM Kinathi ini juga pimpinan Grup Patungan Buku Inspiratif, yang sudah menerbitkan hampir 400 buku ber isbn.  Pada Tanggal 28 Oktober 2015, mendapat penghargaan dari Balai Bahasa Jawa Timur sebagai Guru Bahasa Jawa Kreatif.  Pada tahun yang sama, juga mendapat penghargaan sebagai finalis Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional. 

Pada tahun 2016, sebagai juara III Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Bojonegoro. Pada tahun yang sama, juga sebagai juara I Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional, kategoro SORAK (Seni, Olah raga, Agama dan Muatan lokal, dan Bimbingan Konseling).  Prestasi ini yang mengantarnya berkunjung ke negeri Kincir Angin Belanda.  Mempelajari sistem pendidikan yang ada di Universitas Windesheim dan Iclon Universitas Leiden.  Juga berkunjung ke sekolah-sekolah terbaik di Hollan dan Nederlands.

Seperti biasa ibu Fatimah sebagai moderator  mempersilahkan bu Emi untuk memulai kegiatan malam itu.

Bu Emi langsung menceritakan pengalaman beliau menerbitkan buku.

Pada tahun 2013. 

Awalnya bu Emi bergabung dengan sebuah kelompok penulis yaitu  PSJB (Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro) di Bojonegoro  Ada banyak  penulis-penulis senior.  Seperti : JFX. Hoery (Padangan-Bojonegoro),  Sunaryata Soemardjo (Ngimbang-Lamongan), Nono Warnono (Gajah Indah-Bojonegoro), Gampang Prawoto (Sumberrejo-Bojonegoro), Sri Setyo Rahayu (Surabaya), almarhum Anas AG (Pemred  Radar Bojonegoro-waktu itu), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Bu Emi mendapat pencerahan dari orang-orang hebat di dunia tulis-menulis tersebut,  yaitu bahwa karya siswa yang sudah terkumpul bisa diterbitkan dengan ISBN (Internsional Standart Book Nomber).

Pada tahun 2014

Awal tahun 2014 Terbitlah Kumpulan Cerkak karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno dengan judul buku LUNG.

Pada penghujung tahun 2014.  Kembali bekerja sama dengan PSJB, penulis menerbitkan buku karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno.  Tidak berhenti sampai di situ.  Karya-karya ini juga mendapat sambutan baik dari kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, bahkan bupati Bojonegoro saat itu. Sungguh tokoh inspiratif di dunia pendidikan khususnya di kalangan guru.

Pengalaman luar biasa, penulis dan siswa didatangi oleh salah satu wartawan radar Bojonegoro untuk wawancara.  Pada esok harinya tayang di surat kabar harian radar Bojonegoro yang sangat terkenal .  Dari sana,  semua penasaran dengan buku karya siswa tersebut.  Sehingga Toko Buku Nusantara Bojonegoro banyak diserbu pembeli buku.  Semua ingin membaca dan belajar menulis, serta menerbitkan buku. Luar biasa!!

Buku karya Emi Sudarwati dan siswa SMPN 1 Baureno  menjadi inspirasi bagi banyak sekolah.  Bukan hanya di Bojonegoro, namun juga di Kabupaten lain.  Sehingga sering diwawancara wartawan berbagai media,  baik cetak maupun on line.  Akhirnya bisa tampil di berbagai media tanpa harus membayar sepeserpun.

Pada tahun 2015

Penulis mengikuti lomba inobel tingkat nasional.  Sempat dihantui rasa tidak percaya diri.  Namun karena Bapak Edy Dwi Susanto selaku kepala sekolah waktu itu tidak henti memberikan semangat dan motivasi.  Akhirnya penulis mengirimkan karya inovasi, meskipun dengan setengah hati.

Namun tidak disangka, ternyata dapat panggilan sebagai finalis inobelnas.  Bersama 102 guru dari seluruh Indonesia, penulis diundang ke Jakarta untuk presentasi.  Ternyata bukan hanya presentasi, tetapi ada ujian tulis juga.  Seusai lomba, seluruh finalis diajak berwisata di Dufan.  Meskipun belum mendapat juara, namun penulis sudah cukup bangga, bisa belajar bersama guru-guru hebat dari seluruh tanah air.

Penulis juga mendapat rekomemdasi dari PSJB untuk mengikuti sayembara di BBJT.  PSJB adalah kepanjangan dari Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro.  Sedangkan BBJT kepanjangan dari Balai Bahasa Jawa Timur.  Lembaga tersebut, setiap tahun mengadakan sayembara, yaitu pemilihan sanggar sastra, karya sastra Indonesia, karya sastra Jawa, dan guru bahasa berdedikasi.

Puji syukur, penulis mendapat anugrah sebagai guru Bahasa Jawa Berdedikasi.  Atas prestasi beliau sudah menerbitkan beberapa buku karya sastra siswa.  Semua itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk lebih berinovasi lagi.  Dengan status baru ini, penulis merasa memiliki tanggung jawab moral, agar lebih giat menularkan virus literasi di manapun juga.  Bukan hanya untuk siswa, namun juga untuk sesama guru.  Bukan hanya di Bojonegoro saja, tetapi sampai ke luar daerah.

Pada tahin 2016

Penulis ditugaskan mengikuti seleksi guru prestasi tingkat Kabupaten Bojonegoro.  Sebenarnya saat itu sudah untuk yang ke dua kalinya.  Karena banyak guru menolak mengikuti seleksi tersebut, akhirnya penulis ditugaskan lagi.  Ternyata tidak sia-sia.  Karena bisa menduduki juara ke tiga dari tiga puluhan peserta.

Pada tahun yang sama, penulis kembali mengirimkan karya inobel.  Kali ini bukan atas inisiatif  bapak kepala sekolah, tetapi keinginan penulis sendiri.  Karena pengalaman tahun 2015 lalu begitu menginspirasi.  Kali ini bukan karya baru.  Namun karya lama yang diedit, dengan tambahan sesuai yang diberikan oleh dewan juri.  Alhasil, mendapat juara 1 inobelnas kategori SORAK (Seni, Olah Raga, Agama, bimbingan Konseling dan Muatan Lokal).

Tidak lama seusai lomba, penulis mendapat panggilan untuk short Course di Negeri Belanda.  Belajar sistem pendidikan di negri kaum penjajah yang super maju itu.  Berkunjung ke dua universitas terbaik, yaitu Windesheim dan Leiden.  Juga berkunjung ke sekolah-sekolah terbaik, yaitu Van Der Capellen dan lain-lain.  Bukan hanya itu, semua peserta diajak berwisata ke Volendam, menyusuri Kanal Amsterdam dan mampir ke Brussel-Belgia.

Sepulang dari Belanda, masih juga mendapat panggilan workshop menulis jurnal di Kota Bali.

Lagi-lagi, di samping belajar juga bisa berwisaya keliling kota terindah di negeri ini.  Kali ini, semua peserta mendapat materi merubah naskah inobel menjadi jurnal.  Tentu ini bukan hal kecil, karena naskah tersebut akan dimuat dalam jurnal berkelas nasional.  Nama jurnalnya adalah DEDAKTIKA.

TAHUN 2017

Penulis diundang untuk mengikuti workshop Literasi Di Kota Batam dan mampir ke Singapura. Sehari di kota Lion menghasilkan sebuah buku dengan judul Dag Dig Dug Singapura.Sebagai juara I Inobelnas, penulis belum boleh mengikuti lomba yang sama. Kesempatan itu penulis gunakan untuk mengajak alumni finalis inobelnas menulis buku yaitu Patungan Buku Inspiratif. Grup alumni itu juga menerbitkan kumpulan cerita inspiratif, berbagi pengalaman belajar, kumpulan puisi, kumpulan pantun dan  masih banyak lagi buku-buku lainnya.

TAHUN 2018

Tahun 2018 Grup Patungan Buku Guru Inspiratif diubah menjadi Penerbit Buku Inspiratif (PBI).Penulis banyak diundang ke daerah-daerah lain sebagai narasumber tetapi penulis berinisiatif, hanya menerima undangan jumat sore, sabtu dan minggu.Di Bojonegoro penulis aktif sebagai sebagai guru ahli (GA) di Pusat Belajar Guru ( PBG), pemateri seminar maupun pelatihan, juri lomba-lomba guru

TAHUN 2019

Penulis mengawali terbitnya buku Kado Cinta 20 Tahun dan Haiku.  Karya ini ditulis berdua dengan suami.  Semoga dengan lahirnya buku tersebut, ikatan pernikahan penulis dengan suami semakin bahagia.

Selanjutnya, di tahun yang sama.  Penulis ingin menerbitkan 2 buku tunggal dan beberapa buku patungan.  Buku tunggal yang pertama berbahasa jawa, yaitu pengalaman selama haji dan umrah.  Sedangkan buku tunggal yang ke dua adalah ini,  Menulis dan menerbitkan Buku sampai Keliling Nusantara dan Dunia.  Alhamdulilah impian ini bisa menjadi nyata.

Adapun untuk patungan, seperti biasa saja.  Yaitu menulis bersama siswa SMPN 1 Baureno dan bersama grup Patungan Buku Inspiratif.  Juga menulis bersama penerbit Pustaka Ilalang,

Saat ini saya konsentrasi mengelola TBM Kinanthi.

Setelah sesi menyimak maka dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Supaya menjadi bisa saya baca dikemudian hari saya akan mulai meresume jawaban beliau.

1. Bagaimana awal mulanya ibu membuat buku ....apakah punya ide tersendiri atau bagaimana?  Jeferson bandung jawabarat

Jawab :

Awal tahun 2013 saya sudah kepikiran ingin menerbitkan Buku.  Tapi belum tahu caranya.   Untunglah akhir tahun 2013 dipertemukan dengan Kawan-kawan PSJB.  Sehingga tahun 2014 terbit buku perdana bersama siswa.  Karena saya tidak mau sukses sendirin.  Saya ingin siswa desa pun bisa dikenal.

 2. Untuk pengiriman naskah    atau materi untuk dibukukan,apakah harus sudah dalam keadaan siap cetak ? Apa yang layout pihak percetakan? Bagaimana untuk naskah yg dikirim hanya berupa karya saja..berapa beaya yg harus dibutuhkan?  ( jika Caver dan layout bukan penulis) ibu Aning S dari Pati

Jawab :

Naskah usahakan dikirim lengkap. Mulai judul, kata pengantar, daftar isi,  isi buku,bdan biografi penulis.  Sedangkan edit,  layout dan desaig kover akan dikerjakan TIM kami.  Namun jika Bapak/Ibu berkenan membuat kover sendiri juga diperbolehkan.  Tapi tidak akan mengurangi biaya ke penerbit.

Ukuran kertas sudah A5 ya. Jadi bisa langsung dihitung biayanya.   Adapun biaya penerbitan, tergantung jumlah halaman dan banyaknya cetak. Catak minimal 10 eks.Kalau jumlah halamannya 50-60 halaman, biayanya 480.000. Sudah termasuk edit, lay out, desaig kover dan ISBN.

3. Jika kita menulis buku dengan menggunakan bahasa jawa, dialek yg dipakai dialek mana? apakah dialek di sktr kita? berhubung basa jawa itu bnyk dialeknya. atau ada standar tersendiri? referensi yg dipakai apakah hrs referensi buku berbahasa jawa jg? atau bolehkan referensinya buku bhs ind ?  dr Ika Fitriyati (Yogyakarta)

Jawab :

Saya menulis menghunakan Bahasa Jawa baku untuk buku ajar/pelajaran.  Sedang buku cerita atau puisi (Gurit) menggunakan Dialek Bojonegoro.  Dialog di cerita bisa menggunakan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Asing. Referensi bisa gunakan Bahasa Jawa, Indonesia maupun Bahasa Asing.

4. Untuk PTK . Ini asli naskah PTK atau bagamana yang dikirim ke penerbit ?

Jawab :

Naskah PTK harus sudah dirubah sistematikanya seperti buku. Jadi ada beberapa yang boleh dihilangkan.  Ada pula yang harus disederhanakan.  Boleh 1 PTK atau lebih baik 1 buku terdiri dari kumpulan beberapa PTK.  Tapi kalau Ibu mau mengirim naskah asli juga boleh.  Namun ada biaya tambahan 100.000.   Karena tim akan memangkas sesuai kreteria kami.

5. Bagaimana konsep dasar yang ibu berikan kepada anak-anak  agar mereka senang dan mau menulis, hingga bisa Sasi Sabu? Pak Nengah dari Bali

Jawab :

Sebelum mulai pelajaran, saya minta 1 siswa membaca cerita.   Lalu yang lain mendengarkan.   Setelah itu semua membuat ringkasan cerita.  Kemudian secara acak mereka membaca ringkasan cerita di depan kelas. Lama-lama akan terbangun kultur membaca dan lalu menulis.

6. Bagaimana cara Ibu membangkitkan minat siswa untuk menulis sehingga dapat menghasilkan Buku Bersama Siswa? Rasito, guru dari Banyumas.

Jawab :

Membaca dan menulis itu butuh latihan agar menjadi kebiasaan. Jadi awalnya sedikit saya paksa anak untuk mendengarkan cerita dan menulis ringkasan cerita. Lalu membacakan di depan teman-temannya. Kalau tidak mendengarkan kan tidak dapat menulis ringkasan.   Pasti malu lah pas ditunjuk untuk baca ringkasannya. Lama-lama menjadi kebiasaan

7..Apa tips ibu sehingga ibu mendapatkan inobel tingkat Nasional? Jika satu buku satu siswa, darimana sumber dana percetakannya, sedangkan mereka belum mampu mencari uang sendiri? Titin Sumartini dari Subang.

 Jawab :

Tidak ada tips khusus Bu.  Saya jug tidak ada ambisi untuk juara 1.  Niat awal saya hanya ingin belajar.  Jika akhirnya juara, itu bonus dari Allah.   Jangan mudah menyerah ya.  Semangat belajar dan terus berkarya.  Biaya penerbitan dari orang tua siswa.  Tapi kalau ada anak-anak yang kurang mampu, karyanya bagus, saya siap membiayai dengan uang pribadi.

8. Apa perbedaan PTK dan Karya inobel . Apa tantangan terbesar ibu dalam menggerakkan diri sendiri, guru lain dan siswa . Adakah tips khusus agar agar mereka mau bergerak, mohon pencerahannya juga ttg Haiku  ?

Jawab :

Karya inobel harus bersifat beda, baru atau pembaharuan. Sedangkan PTK boleh menguji coba karya orang lain di kelas kita. Saya tidak pernah menganggap apapun sebagai tantangan.  Mengalir saja seperti air.   Agar mereka mau bergerak, kita harus memberi contoh.  Jangan bicara kalau belum melakukan.   Haiku itu puisi pendek. Terdiri dari 3 baris.  Strukturnya 5:7:5.  Jadi baris pertama terdiri dari 5 suku kata.  Baris ke 2 ada 7 suku kata. Dan baris ke 3 ada 5 suku kata.  Haiku ini aslinya berasal dari Jepang.

9. Buku Antologi yg semacam apakah yang bisa untuk penilaian PAK (kriterianya) ? saya guru mapel bhs Indonesia di SMA , jika saya buat Antologi Puisi Solo, berapa nilai/skor  angka kreditnya ? dan harus berapa halaman ? Ibu Lutfiyah, dari Mojokerto, Jatim

Jawab :

Untuk PAK sebaiknya buku pelajaran atau buku ajar, diktat dll.  Kreterianya bisa baca di buku 4.  Maaf saya tidak hafal. Sedangkan karya inovatif, bisa juga berupa buku puisi atau cerita inspiratif.  Untuk guru Bahasa kalau tidak salah nilainya 4. Jumlah halaman, minimal 50.  Agar bisa diajukan ISBN.

10. Mohon diberikan motivasi dan ceritakan kepada kami, tips yang membuat ibu bisa bersemangat begitu dalam menulis. Bagaimana cara ibu mengatur waktu ( menejemen waktu) antra menulis dengan kegiatan lainnya? Suhaimi aceh ..

Jawab :

Agar motivasi kita selalu terbangun, tentukan alasan kita menulis.  Kalau saya,. Menulis untuk mengukir sejarah sendiri.  Semua karya pasti akan menemukan takdirnya.  Menulis tidak butuh waktu khusus.  Saya hanya menulis 10-20 menit saja setiap harinya.   Tapi harus rutin ya.  Baik itu di blog pribadi,  laptop, maupun HP.

Kuliah online diakhiri penyampaian simpulan al :

Buku adalah bukti sejarah.  Merupakan catatan bahwa kita pernah hidup di dunia ini.  Oleh karena itu, saya ingin mengabadikan setiap jengkal perjalanan menjadi sebuah buku.  Setiap karya pasti akan menemukan takdirnya sendiri.  Semoga buku sederhana ini mengispirasi banyak orang. Nuwun nuwun rahayu.

Demikian resume hasil perkuliahan yang saya buat semoga bermanfaat.

 

Selasa, 09 Juni 2020

Kucari Sampai Dapat



Hari ini cuaca begitu menyengat, sinar matahari begitu semangat memancarkan sinarnya seolah berkata ayo...teruslah menulis wkwkwk. 
Pagi hari kudatang ke sekolahku....sepi tanpa siswaku. Akupun hari ini datang karena mau mencari no hp orang tua siswa dan alamat siswaku. Apa kabar para siswaku? Mengapa kau tidak menjawab wa bu gurumu ini? Sebentar lagi semester akan berakhir dan banyak nilai kalian yang masih kosong. Oh siswaku...besok ibu  jadwalkan untuk menelepon orang tua mu. Apakah kalian baik-baik saja? Semoga no hp dan wa orangtua kalian besok dapat ibu hubungi. Kalau pun tidak bisa dihubungi, siswaku kan kucari sampai dapat. Karena rumahmu mungkin tidak akan berganti.

Senin, 08 Juni 2020

Soal Online Google Form Perdanaku

Beberapa waktu lalu, saya kerepotan merekap nilai siswa. Mereka tidak disiplin waktu, dalam mengumpulkan tugas. Sungguh melelahkan hampir seharian pegang hp dan daftar nilai. Hari ini kubelajar membuat soal online menggunakan aplikasi google form dari video di youtube. Memang karena keadaan kita harus belajar.
Pertama gagal, kucoba buat lagi,  sampai akhirnya soal online ku selesai dan berhasil dicoba dan aku tidak akan repot lagi mengoreksi  tugas mereka. Tidak sabar untuk mengirim link soal nya besok pagi .
Hari ini juga cukup melelahkan, merekap nilai siswa, menelepon orang tua mereka untuk memberitahukan kalau anak mereka belum mengerjakan tugas. Ada beberapa  no hp orang tuanya yang tidak aktif lagi. Jadi, besok pagi mau kesekolah mencari no hp dan wa orang tua siswa dari buku siswa. Inilah ceritaku hari ini....semua tentang siswaku....

Minggu, 07 Juni 2020

Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Menulis

        "Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Menulis" itulah yang membuat saya salut dengan Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. Di era digital sekarang ini, sering kita mendengar kalimat, " kami ini sudah tua, kalian yang muda lah yang seharusnya belajar", atau yang muda juga berkata, " banyak sekali yang harus saya urus, beri makan anak saya, mengurus rumah dll, kami tidak ada waktu untuk belajar".  Ia semua kita  banyak kesibukan, tetapi  ibu yang satu ini cukup hebat bagi saya. menulis di usia mendekati 50 tahun.
Sebelum kita membahas lebih banyak lagi tentang pengalaman ibu Sri dalam menulis buku, mari kita melihat profil seorang Ibu Sri.
           Ibu Sri Sugiastuti lahir 8 April 1961, tinggal di Jakarta  sejak usia 1 tahun sampai lulus SMA tahun 1980. Kuliah di UNS dan mengajar di Jakarta sampai tahun 1990. Karena cinta dan tanggung jawab terhadap keluarga Bu Sri pindah ke Solo sampai saat ini. Beliau bekerja sebagai pengajar, pegiat literasi, pengurus TPQ Mesjid Al Fath dan Blogger
            Beberapa buku karya Ibu Sri adalah :
1. SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris Untuk SMK
2. Diary ketika Buah Hati sakit
3. 25 Kompasianer Merawat Indonesia
4. Indonesia Satu
5. Muara Kasih Ibu
6. Move On
7. Go To 2020
8. Move On
9. Seni Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Islami
10. Kugelar Sajadah Cinta
11. Deburan Ombak Waktu
12. SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris Untuk SMK edisi baru
13. The Stiries Cakes For Beloved Moms
14. The Stories Wonder Woman
15. Tipuan Asmara
16. Wow English is So Easy Kids
17. Perempuan Terbungkas
18. Catatan Religi Bu Kanjeng
19. Merawat Harapan
20. The Power of Mother's Prayer
21. Masuk Surga Karena Anak.
        Pada pertemuan ke 3 kuliah online dengan tema, " Berbagi Pengalaman Menerbitkan Buku", Ibu Sri menyampaikan materi secara lisan melalui rekaman  audio di grup WA. Beliau mengatakan mulai menulis buku di usia mendekati 50 Tahun. Dengan pedoman tidak ada kata terlambat untuk belajar, ibu Sri terus belajar dan terus belajar menulis untuk sehingga menjadi ketagihan menulis. Pada tahun 2007 saat kuliah S2, ibu Sri harus berkenalan dengan internet, medsod, harus banyak ke perpustakaan dan ke toko buku. Ibu Sri menemukan satu  buku karangan kang Ewa yang berkata Menulis Itu Gampang. dari buku itulah Ibu Sri termotivasi dan meyakini untuk bisa menulis.
        Pada tahun 2009, ketika mengikuti MGMP Bahasa Inggris, ada seorang teman ibu Sri yang mengajaknya membuat buku ajar . Kebetulan yang membutuhkan Buku Ajar itu   adalah penerbit Erlangga.  Ibu Sri menyanggungi dan pada bulan Oktober 2010 terbitlah buku SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris Untuk SMK. Bu Sri mengakui, mulai merasakan keuntungan dari menulis sebuah buku yaitu selain kepuasan hati juga royalti yang didapati setiap semester yang masuk melalui rekening bank.
Buku tersebut laris manis karena kebetulan masuk ke dalam pengadaan buku di sekolah. Itulah pengalaman yang dibagi bu Sri saat bekerjasama dengan penerbit mayor.
        Ibu Sri juga berbagi pengalaman tentang menerbitkan buku secara indie. Tahun 2009 mulai menulis dan 2010 terbitlah buku . Sebagai penulis pemula waktu itu Ibu Sri mengatakan dia bahwa dia menulis apa yang ada di hati dan pikirannya. sehingga waktu itu mencapai 418 halaman. Buku itu berkisah dari ibunda nya remaja sampai ibu Sri berumur 50 Tahun.
        Sejak saat itu ibu Sri mulai sering menulis, dan sudah memiliki kira-kira 20 buku antologi. baik itu menulis pribadi maupun bergabung dengan teman-temannya. Ibu Sri mengatakan menulis buku antologi, kita bisa belajar dari tulisan teman-teman dan menemukan ciri kepenulisan kita sendiri.
        Ibu Sri suka silaturahmi dan suka belajar, sampai-sampai pernah memanggil mentor untuk belajar dengan biaya sendiri  yang kisarannya cukup mahal. seiring waktu Ibu Sri akhirnya bisa dipanggil untuk kegiatan-kegiatan kepenulisan.
        Sungguh pengalaman yang luar biasa!!

      

Jumat, 05 Juni 2020

Kelulusan Siswa Di Tengah Corona

Jumat, 5 Juni 2020 SMPN 2 Selat mengumumkan kelulusan siswa kelas 9 Tapel 2019/2020. Pengumuman Kelulusan adalah momen yang dinanti-nantikan siswa, bagaimana tidak! Pengumuman Kelulusan biasanya disertai dengan pemberian beberapa penghargaan di bidang akademik, contohnya peraih nilai tertinggi IPA, Matematika dll. Tahun ini sepertinya Corona juga merampas kebahagiaan dan kebanggaan siswa terbaik yang sudah memimpikannya selama ini. Bagi siswa bukan nilai hadiah yang mereka lihat tetapi kebanggaan yang mereka rasakan saat nama mereka dipanggil di depan semua siswa yang lain. Kelulusan tahun ini terpaksa harus diumumkan online lewat HP melalui grup WA yaitu dengan SK Kelulusan dari Kepala Sekolah sebagai hasil rapat dewan guru tanggal 3 Juni 2020. Saya sedih melepas kelulusan  siswa terbaikku.  Corona juga membuat mereka tidak bisa foto selfie dengan teman-teman mereka karena Kapuas sedang PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar). Corona cepatlah pergi dari negara kami. Banyak hal yang sudah kau rampas.
Siswa ku semua, ibu ucapkan selamat atas kelulusan kalian. Doa ibu, biarlah kelak kalian menjadi orang yang sukses dan berahlak mulia.

Kamis, 04 Juni 2020

Menerbitkan Hasil PTK Menjadi Buku


Resume kuliah online Belajar Menulis pertemuan ke 2 dilaksanakan Rabu, 3 Juni 2020 mulai pukul 19.00 s/d 21.00 WIB melalui grup WA Belajar Menulis gel 12. 
Adapun materi kuliah pertemuan ke 2 ini adalah tentang " Menerbitkan Buku Dari Hasil Penelitian Tindakan Kelas" bersama ibu Hati Nurahayu. Seperti biasa, kuliah dibagi 2 sesi yaitu sesi 1 pemaparan materi dari ibu Hati, sesi 2 adalah sesi tanya jawab.
Sebelum materi dimulai, setiap peserta wajib mengisi absen secara online juga. Berikut adalah ringkasan materi dari ibu Hari Nurahayu.
1. Semua guru PNS biasanya diwajibkan untuk membuat PTK untuk persyaratan kenaikan pangkat. Menurut Bu Hati, membuat PTK itu susah susah gampang dalam menyusun atau menentukan latar belakang PTK, karena itu merupakan titik awal yang menentukan untuk PTK dapat dilakukan.
2. Manfaat dari PTK yang dibukukan, selain mendapat nilai PAK untuk kenaikan pangkat. Buku bermanfaat sebagai bahan literasi untuk bacaan bagi pendidik lain dalam membuat PTK mereka.
3. Sebagai editor, bu Hati tidak langsung menerbitkan PTK yang dikirim oleh guru-guru, yang menurutnya guru-guru itu memiliki versi dan ciri khas masing-masing dalam membuat PTK. Tetapi PTK itu diubah terlebih dahulu menjadi selayaknya sebuah buku supaya lebih menarik dan enak dibaca.
4. Cara mengubah PTK menjadi sebuah buku ada 2 versi. Versi pertama adalah menggunakan kata kunci dalam PTK, perbanyak literasi dari sumber buku yang relevan dengan PTK supaya dapat menyajikan materi pendidikan yang luwes ke depannya. Dalam versi ini jangan menulis  bahwa buku itu laporan PTK dan kalau dibuku untuk hasil penelitian dalam PTK bisa ditulis dalam penerapan pembelajaran . Contoh judul buku dari hasil PTK adalah Penerapan Media Kuartet Dalam Pembelajaran Sistem Rangka.
Versi kedua adalah mengumpulkan hasil PTK, versi ini diawali penjelasan apa itu PTK, lalu di bagian berikutnya masukan PTK yang dibuat sebagai contoh PTK. PTK yang dimasukkan bisa satu atau lebih. Lebih bagus kalau dari Mapel yang berbeda. Contoh judul buku adalah Mari Menulis Penelitian Tindakan Kelas.
5. Buku memiliki halaman minimal 70 halaman dengan ukuran kertas A5.
6. PTK yang bisa dijadikan buku minimal sudah diseminarkan di Sekolah atau MGMP, lebih bagus lagi kalau PTK yang sudah mendapat juara.
7. Kesimpulan dari bu Hati adalah supaya karya tulis ilmiah kita menjadi lebih bermanfaat mari kita jadikan buku yang memiliki ISBN daripada hanya berbagi file PTK. Supaya bisa dibaca oleh pendidik lain dan bisa menjadi karya kita yang tak lekang oleh waktu. ( Agathe, S.Pd gel 12)

Cara Membuat e sertifikat otomatis terkirim ke email

 Cara membuat e sertifikat terkirim ke email: 1. Desain template sertifikat di Canva 2. Buat folder materi dll di google Drive. 2. Di Canva ...