Jumat, 17 Juli 2020

Cara Terbitkan Naskah



Resume Kuliah Online Belajar Menulis Pertemuan  Ke - 17. 
Oleh :Agathe, SPd

Narasumber kuliah online malam ini adalah Bapak Joko Irawan Mumpuni, beliau adalah Direktur Penerbitan dari Penerbit Andi. 

Ada 3 paparan yang akan Pak Joko sampaikan pada malam ini yaitu :
  • Writing Preneurship ( Menulis Buku Yang Diterima Penerbit)
  •  Menulis Buku Ajar 
  • Tehnik Menulis Buku
Writing Preneurship


Pak Joko menyampaikan bahwa guru sebagai tenaga akademisi perlu mengetahui tujuan melakukan publikasi. Ada orang yang berorientasi pada keuntungan,ada yang karena pengabdian artinya hidup ini harus berguna bagi orang lain, ada yang dalam rangka promosi, misalnya ingin mendapat jabatan tertentu, melakukan promosi lewat tulisan dan  ada yang untuk mendapatkan angka kredit. Semuanya tidak ada yang salah. 

Pak Joko mengajukan pertanyaan lewat slide. Sekarang kami di tangga berapa? Yang berada pada tangga paling bawah mengatakan saya tidak dapat mau menulis, yang di tangga kedua berkata saya tidak bisa menulis. Harapan beliau, kami semua berada di tangga paling atas yang berkata "ya kami menulis dan menerbitkan buku".

Beliau mengatakan bahwa perusahaan juga beroperasi untuk mencari keuntungan demi menghidupi karyawan-karyawannya termasuk penerbit. Jadi penerbit tidak sembarangan menerbitkan buku karena pasti mempertimbangkan dari keuntungannya menerbitkan buku tersebut.
Ada 4 bagian dari ekosistem penerbit : 
1. Penulis
2. Penerbit 
3. Penyalur 
4. Pembaca
Dalam dunia penerbitan siapa yang paling untung? Pasti kita menjawab penerbit yang paling besar mendapat keuntungan. Apa benar demikian? Ternyata tidak, penyalur 30 %, penulis 10% dan penerbit sendiri  hanya sisa 2-3 % per buku . Jadi penerbit bisa bertahan kalau buku yang diterbitkan banyak dibeli pembaca.

Literasi di Indonesia jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara lain. Ada beberapa penyebabnya seperti yang terdapat dalam slide berikut:

Proses Naskah Menjadi Buku

1. Mengirimkan naskah ke penerbit. Diharapkan dalam bentuk print out, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya naskah diambil oleh orang lain kalau dalam bentuk file. Naskah yang dikirim berisi judul, CV,daftar isi lengkap, sinopsis dan minimal separo dari isi naskah.
2. Naskah akan dinilai oleh penerbit. Penerbit mempertimbangkan dari segi ekonomi, bukunya nanti laku atau tidak? Jika ditolak maka akan dikembalikan, jika diterima maka akan diminta softcopynya.
3.Editting
4. Setting
5. Cetak
6. Jual

Mengapa perlu proses editing dan setting?
Untuk menghindari salah ketik, penempatan tanda baca dll serta supaya lebih enak dibaca. Naskah pasti melalui editor penerbit. Termasuk judul, biasanya usulan dari penulis dimodifikasi oleh penerbit supaya judul menarik dan bukunya laku di pasaran.

Bagaimana buku sampai ke toko buku?
Sebelum dicetak masif, buku dicetak 1(satu) dan dikirim ke penulis agar dilakukan koreksi akhir supaya tidak terjadi kesalahan yang fatal. Setelah itu penulis mengirimkan lagi ke penerbit untuk dilakukan koreksi seperlunya. Setelah selesai maka akan dibuat plat yaitu untuk membuat buku secara masif di mesin pencetak.

Apa Yang Penulis Peroleh?

1. Peningkatan finisial
  • Royalti 10% dari penjualan buku.
  • Diskon pembelian langsung
  • Seminar/mengajar
2. Peningkatan karier
3. Kepuasan batin. Saat pertama melihat buku kita ada di toko buku atau sedang dibaca orang lain. Betapa bangganya kita.
4. Reputasi kita menjadi naik.

Sistem penilaian oleh penerbit:
1. Editorial 10%
2. Peluang potensi pasar 50%
3. Keilmuan 30%
4. Reputasi penulis 10 %
Tetapi reputasi penulis bisa menjadi 100% dengan alasan tertentu.

Naskah apa yang diterima penerbit?
1. Tema populer, penulis populer
2. Tema tidak populer, penulis populer
3. Tema populer, penulis tidak populer.

Untuk mengetahui tema populer atau tidak kita bisa melihat dari google trend. Dan untuk mengetahui reputasi penulis bisa dilihat dengan menggunakan google cendikia,dilihat dari jumlah sitasi yaitu jumlah tulisan yang dikutip oleh orang lain.
Penerbit Andi menyimpulkan bahwa penulis dianggap memiliki trend(populer) jika memiliki minimal 2000 sitasi.
Penerbit juga akan mengecek akun media sosial seperti banyak pertemanan di fb, blog, chanel youtube. Akan dilihat blognya berapa viewnya,chanel youtube nya berapa kali ditonton dll.

Bagaimana menentukan oplah/jumlah buku yang mau diterbitkan? 
1. Market sempit/lifecycle panjang. Artinya walaupun buku yang sudah bertahun-tahun tidak direvisi , tidak diperbaharui tetapi tetap laku contohnya Matematika, IPA, Kimia, anatomi dll.
2. Market lebar/lifecycle panjang. Ini yang paling disukai penerbit. Contohnya kamus, esiklopedi dll
3. Market lebar, lifecycle pendek. Ini bagus untuk pemula. Contoh: microsof 2016, buku ini tidak laku lagi kalau muncul program microsof 2019.

Buku yang pasti ditolak penerbit adalah buku yang market sempit, lifecycle pendek.

Penerbit Andi menggunakan gaya selingkung yang sudah ditetapkan oleh penulis.

Penerbit menyukai penulis yang idealis dan industrialis. Kemudian tulislah buku yang banyak digunakan banyak orang.



Kesimpulan :
Ada 7 (tujuh) burung yang hinggap di dahan pohon. Ada 5(lima) burung  berkehendak untuk terbang. Berapa burung yang masih ada di dahan? Kalau menjawab 2 (dua) pasti salah, jawaban yang benar adalah 7 (tujuh). Karena yang 5 (lima) hanya akan berkehendak belum terbang. Menulis itu jangan akan, tetapi menulislah segera dan kirimkan ke penerbit dengan segala resiko.





 

 




Selasa, 14 Juli 2020

MPLS SMPN 2 SELAT


Setiap tahun ajaran baru, bagi peserta didik baru selalu diadakan MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Tetapi MPLS tahun ajaran 2020/2021 merupakan MPLS perdana yang mengandung banyak cerita. Bagaimana tidak, biasanya MPLS dilakukan secara tatap muka, tapi kali ini dilakukan di dunia maya. 
Tidak pernah terpikir sebelumnya kalau akan terjadi seperti ini. Sungguh pandemi Covid-19 ini membuat banyak orang harus berpikir keras dan berhati-hati untuk melakukan kegiatan.

Kepala Sekolah SMPN 2 Selat Bapak Kadeni, S.Pd., M.Pd dengan pikiran beliau yang selalu kreatif dan penuh ide mengungkapkan kepada kami melalui rapat persiapan terakhir bersama dewan guru dan staf tata usaha pada hari Jumat, 10 Juli 2020, bahwa MPLS SMPN 2 SELAT dilakukan secara daring dan luring. MPLS Daring dilakukan menggunakan aplikasi zoom dan MPLS luring dengan cara membagikan print out materi MPLS kepada siswa di sekolah tentunya sesuai dengan protokol kesehatan.

MPLS yang biasanya kami lakukan selama 3 ( tiga) hari, tetapi dengan pertimbangan supaya tidak terlalu memberatkan orang tua siswa dari segi biaya, maka MPLS Masa Pandemi ini kami laksanakan hanya 2 hari mulai tanggal 13 Juli s/d 14 Juli 2020 pada pukul 08.00 s/d 10.00 WIB. Begitu juga secara luring, namun yang secara luring siswa mengambil semua materi hanya pada hari Senin, tanggal 13 Juli 2020, ini dimaksudkan supaya mereka tidak terlalu sering keluar rumah. 

MPLS Daring
Sesuai SK dari Kepala Sekolah maka panitia menyiapkan materi MPLS Daring dalam bentuk power point.

Mulai hari Rabu, 8 Juli 2020 peserta didik baru yang sudah bergabung dalam grup WA SISWA BARU, diminta untuk mendownload aplikasi zoom. Banyak cerita dan pertanyaan yang dijawab dengan sabar oleh panitia, juga dengan mensharekan chanel you tube cara mendownload dan menggunakan aplikasi zoom. 

Demi kelancaran MPLS Daring, Ketua Panitia Bapak Juriyanto, S.Pd mengusulkan diadakan simulasi MPLS Daring. Dan disetujui oleh Kepala Sekolah dan panitia lainnya. Simulasi diadakan pada hari Kamis, 9 Juli 2020 dan Sabtu, 11 Juli 2020. Melalui simulasi ini juga disampaikan beberapa pengumuman dan cara mengisi daftar hadir online. Sungguh orang tua, siswa dan guru memang seakan dipaksa untuk belajar sesuatu yang baru. Dunia memang sudah berubah kearah dunia digital. Mau tidak mau, insan pendidikan harus berubah supaya  tidak ketinggalan.

MPLS Luring
Jumlah siswa yang luring sekitar 30 orang siswa. Dan mereka diminta untuk datang ke sekolah mengambil materi MPLS, sekaligus mengenal Bapak/ibu guru dan lingkungan sekolahnya. Meskipun tanpa jabat tangan namun Bapak/ibu guru menyambut mereka dengan senyuman dan tatapan lembut yang seakan berkata,"tetaplah maju anakku".

MPLS SMPN 2 SELAT Tahun Ajaran 2020/2021 dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kapuas Bapak Dr. H. Suwarno Muriyat., S.Ag., M.P.d.  Sungguh kami sangat senang dan bangga atas perhatian Bapak Kadis yang menyempatkan diri untuk bergabung membuka dan menyapa siswa-siswi kami.

Hari pertama dan kedua berjalan dengan lancar atas kerjasama semua rekan-rekan guru dan arahan dari Bapak Kepala Sekolah. 












Dalam hatiku ingin kukatakan kepada siswaku yang secara luring, maafkan kami karena Covid-19 ini seperti membedakanmu dengan teman-temanmu, tetapi inilah langkah yang paling bisa kami lakukan untuk mencegah  kemungkinan penularan COVID-19 ini, dan supaya semua kegiatan pembelajaran dapat tetap berjalan.
Siswaku yang luring, meski kalian tidak punya HP android ataupun laptop, janganlah minder. Tumbuhlah seperti pohon kurma di padang gurung yang tetap berbuah meski musim kering. Tetaplah berjuang meraih mimpimu. Jadilah pribadi yang kuat dan pantang menyerah. Kami para gurumu akan tetap membimbingmu untuk meraih cita-citamu. ( Agathe, S.Pd)

Senin, 13 Juli 2020

Penerbitan Buku

Resume Kuliah Online Belajar Menulis  Pertemuan ke 16
Oleh Agathe, SPd

Narasumber kuliah online malam ini adalah bapak Edi S Mulyanta. Beliau dari Penerbit Andi.

Dalam kuliah malam ini, Pak Edi berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang dunia penerbitan. Berikut adalah cerita beliau. 

Dunia penerbitan adalah dunia bisnis, yang tentunya diikuti dengan idealisme di dalamnya. 
Yang dicari adalah keuntungan dari penjualan buku. Outlet utama bisnis penerbitan buku adalah toko buku, yang menjadi soko guru dari bisnis ini, sehingga ketergantungan ini sudah menjadi suatu ekosistem yang khas. 

Pandemi Covid - 19 menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap dunia penerbitan.  Pada bulan Januari 20-Februari 2020 omzet Toko buku masih sangat normal, dan tidak ada tanda-tanda terjadinya pusaran badai yang tidak terduga. Setelah pak Jokowi mengumumkan masuknya Corona di Indonesia, menjadikan semua lini kegiatan mendadak terhenti. Laju bisnis yang tadinya masuk di gigi 5, mendadak harus mengerem dan mengganti gigi ke gigi paling rendah yaitu 1. Dan terkadang harus memarkirkan bisnisnya sementara waktu, sambil melihat keadaan.Dengan berlakunya PSBB di beberapa daerah, dengan otomatis Toko buku andalan penerbit yaitu Gramedia, memarkirkan bisnisnya di sisi pit stop, artinya terhenti sama sekali. Dari omzet normal dan terhenti di pit stop menjadikan omzet terjun bebas hanya berkisar 80-90% penurunannya.
Outlet yang tertutup, berdampak bagi beberapa penerbit ikut terimbas, sehingga penerbit mereposisi bisnisnya kembali. Hal ini berdampak secara langsung ke produksi buku, hingga ke sisi penulis buku yang telah memasukkan naskah ke penerbit menanti bersemi di Toko Buku.

Setelah 3 bulan parkir di Pitstop, tampaknya secercah harapan muncul di tengah badai yang tidak menentu, setelah beberpa daerah telah memetakan pandemi dengan baik, dan mencoba berani untuk bergerak.
Di bulan juni-juli, Gramedia sebagai outlet toko buku telah mulai membuka gerainya hingga mencapi angka di 80% di seluruh Indonesia, berakibat bergeraknya kembali semangat penerbit-penerbit untuk memulai New Normal.
Rebound yang terjadi ini menuntut penerbit untuk dengan cepat memutuskan apakah melaju kembali ataukan menunggu terlebih dahulu keadaan menjadi lebih pasti.Apabila melaju, tentunya membutuhkan dana, sementara roda cash flow hampir terhenti 2 bulan hingga 3 bulan, sehingga gambling keadaan pun terjadi. Banyak penerbit yang telah kehabisan nafas, sehingga tetap memutuskan untuk memarkirkan bisnisnya sambil menunggu keadaan.
Sementara, jika penerbit tidak mengambil kesempatan untuk mengisi pasar, tentunya akan semakin terpuruk. Penerbit dapat memetakan buku-buku apa yang masih dapat dikembangkan saat keadaan chaos seperti ini.
Menurut pengalaman mereka Pak Edi, identifikasi tema buku menjadi sangat penting saat keadaan chaos seperti ini. Beliau mengatakan timnya beruntung karena tema-tema yang upto date mengenai virus corona, telah mereka tebar ke penulis-penulis mereka sebelumnya, sehingga dengan cepat mereka mendapatkan bahan-bahan buku-buku yang berkaitan dengan virus.
Kesiapan penulis, dalam menuliskan materi dalam sebuah buku menjadikan tantangan tersendiri, mengingat bahan-bahan sumber rujukan masih belum tersedia dengan mudah.

Pihak pak Edi mempunyai database penulis yang cukup baik, sehingga dengan cepat mereka mengidentifikasi siapa penulis yang berkompeten di bidang ini, Dan dengan cepat  meramu materi, kemudian launch, dan beruntung mendapatkan sambutan yang baik.

Pak Edi dan tim tetap mempertahankan produksi buku-buku pendidikan  karena mereka yakin buku ini tidak lekang oleh keadaan apapun, sehingga produksi buku mereka konsentrasikan ke buku pendidikan yang mempunyai pasar yang sangat stabil setiap tahunnya.

Pak Edi mengatakan keputusan-keputusan strategik diperlukan, mengingat ketidak pastian yang sangat besar untuk memproduksi buku. Mereka memarkirkan hampir 50% dari mesin-mesinnya, untuk mengurangi beban biaya produksi, otomatis tenaga kerja yang menggerakkannya mereka kurangi jam kerjanya walaupun tidak begitu drastis.

Menurut beliau banyak hikmah yang didapat kali ini, di sisi penulis, penulis harus selalu siap untuk mendapatkan peluang yang mungkin tidak diperkirakan sebelumnya. Penguasaan materi, penguasaan penguraian materi, eksekusi penulisan, hingga penawaran ke penerbitan diperlukan kelihaian tertentu.Penulis yang siap menerima kesempatan ini, adalah penulis yang selalu berlatih untuk selalu mengeluarkan bahasa lisan ke dalam bahasa tulisan yang dapat dibaca oleh pembacanya. Tentunya dengan terstruktur baik, dan tidak ada distorsi makna yang sampai ke pembacanya. 

Pak Edi mengatakan kalau media WA yang dikelola oom Jay ini, merupakan latihan yang luar biasa bagus sekali, untuk menyiapkan keahlian kami dalam mengungkapan apa yang kami pikirkan, ke dalam tulisan yang dibaca, diinterpretasi oleh pembaca tulisan.

Semua perlu proses, latihan, dan kemauan. Sehingga komunitas belajar menulis seperti ini, merupakan sarana latihan dalam menangkap peluang yang mungkin tidak selalu ada. Menulis perlu latihan, latihan perlu waktu perulangan secara rekursif (looping) berkali-kali sehingga kami akan semakin lihai dalam mengolah kata yang dirangkai dalam tulisan.

Beliau mengatakan, bakat hanya 1%, sisanya adalah kerja keras, tekun dan berlatih menulis. Blog adalah jalur yang sangat bagus untuk kami mulai menulis, karena di dalam blog, tidak ada penolakan kejam seperti penerbit menolak tulisan yang kami tawarkan.

Penerbit akan selalu melihat sisi ekonomi dalam setiap tulisan kami , sehingga kemurnian keputusannya di dasarkan oleh bisnis semata.Sehingga terkadang tulisan yang luar biasa, tidak terlihat oleh penerbit yang hanya melihat business process nya saja, bukan writing processnya.

Pak Edi mengatakan, dengan sudut pandang ini, para penulis perlu sedikit berempati kepada penerbit yang merupakan penjual komoditas tulisan ini. Empati yang harus dilakukan adalah, mencoba melihat visi misi penerbitannya. Kebiasaan tema-tema yang diterbitkan oleh penerbit. Intip juga buku-buku best sellernya yang biasanya dipampang di toko buku di rak Best Seller.

Perlu para penulis ketahui rahasia ini, bahwa tidak ada buku best seller by design. Atau dirancang, didesain untuk laku keras. Buku yang laku keras adalah buku yang blessing.

Pak Edi menceritakan bahwa mereka pernah melakukan perencanaan matang, untuk membuat buku yang best seller. Mereka memilih tema yang luar biasa bebobot, penulis yang cukup disegani karena menang penghargaan di dunia internasional. Mereka push pemasaran dengan luar biasa. Akan tetapi hasilnya cukup mengecewakan.

Laskar pelangi saat awal terbit, penulis tidak menyangka akan meledak. Di awal pemasarannya, sungguh mengecewakan dan meledak karena kekuatan word of mouth, alias dari mulut ke mulut, dari komunitas satu ke komunitas lain. dan di trigger dengan sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka yaitu Muktamar Muhammadiyah dan terjadilah ledakan viral menjadikan buku tersebut best seller, tidak ada desain awal, tidak ada perencanaan untuk menuju best seller.

Pak Edi mengatakan dengan berbagai pengalaman ini, komunitas senasib sepenanggungan adalah wahana yang baik dalam mengelola tulisan. Pejuang literasi yang puritan seperti Om Jay ini dapat memberikan angin segar untuk tumbuhnya penulis-penulis baru. Yang tangguh dan tidak cengeng dengan penolakan penerbit, akan tetapi tetap berkarya hingga menghasilkan tulisan yang khas. Punya karakter sendiri dan tentunya di tunggu kehadirannya oleh pembaca dan penerbit tentunya.

Beliau juga mengatakan bahwa kami dapat mulai tulisan dengan tema yang kami sukai dan betul-betul  dikuasai. Tulis dengan terstruktur, dan muat di blog pribadi dan sebarkan di lingkungan teman. 
Jika sudah percaya diri, buatlah proposal ke penerbit yang isinya garis besar tulisan yang dapat ditawarkan ke penerbit. Penerbit akan melihat Tema, Judul Utama, Outline tulisan, pesaing buku dengan tema yang sama, positioning buku (harga, usia pembaca, gender, pendidikan, dll). Jangan lupa berikan alasan mengapa buku tersebut ditulis. usahakansedikit "Ngecap" supaya penerbit tertarik dengan tulisan itu.

Penerbit  di dasarkan pada data historis penjualan. Jadi penerbit itu tidak selalu benar. Penerbit biasanya agak sedikit kurang berani dengan penulis-penulis perintis dengan tema yang belum terekam di datanya. Sehingga proposal ini sangat perlu penulis perhatiankan, untuk menyadarkan penerbit akan tema yang diangkat dalam tulisan itu.

Penulis harus menulis rencana penulisannya dengan target market yang dituju, syukur-syukur dengan  tawaran rancangan pemasarannya. Pemasaran era new normal sangat berbeda dengan era normal sebelumnya. 
Ke depan buku-buku mungkin akan disalurkan ke media e-book, untuk media printing offline mungkin akan semakin berkurang jumlahnya.  Ke depan media-media selain buku akan semain banyak menghiasi dunia pendidikan. Persiapkan hal ini dengan baik, karena hal ini membutuhkan keahlian yang berbeda dengan sebelumnya.

Sebelum sesi tanya jawab, Pak Edi mengatakan kepada kami,  mari dokumentasikan pencarian keilmuan bapak ibu sekalian. Dengan dokumentasi yang terstruktur, pembaca akan dapat mewarisi ilmu bapak ibu dan bahkan mengembangkannya di kemudian hari. Ilmu bapak ibu akan menjadi Immortal tidak lekang oleh keadaan jaman, dan selalu dikenang menjadikan legacy ke anak cucu kita. Dokumentasi bapak ibu sekalian dalam bentuk buku akan kami kirimkan ke Perpustakaan Nasional bagian deposit, yang dilindungi oleh undang-undang. Anak cucu kita di masa yang akan datang, akan dapat menelusuri jejak langkan dokumentasi bapak ibu dalam bentuk tulisan dan menuju keabadian.

Beberapa penjelasan Pak Edi pada sesi tanya jawab:
1. Proposal isinya adalah: Judul Buku, Outline Rencana Buku dalam bantuk bab dan sub bab, Sinopsis Buku, CV Penulis. Sertakan pula sampel bab yang sudah ditulis minimal 1 bab, sehingga memudahkan bagian editorial memerkirakan kemampuan editing mandiri penulisnya.
2.  Proses Review 1 bulan, Proses Editing 1 Bulan, Proses Pra Produksi layotu cover adalah 1 bulan, PRoses produksi 1 bulan. Penulis menyerahkan dalam bentuk file Word, tidak perlu membuat cover karena cover akan dibuat oleh team desain penerbit
3. Perbulan kami menerima naskah 150-300 judul, kami biasanya memilih hanya 10-15 persen dari naskah masuk untuk bisa terbit. Pembiayaan ada di penerbit, penulis tidak mengeluarkan biaya apapun.
4. Kami menerima modul pembelajaran, dengan syarat sesuai dengan kurikulum.
5. Royalty penulis sebesar 10% dari harga jual, yang akan dibayarkan setiap 6 bulan
6. Bapak ibu bisa mengirimkan naskah via email ke edis.mulyanta@gmail.com
7. Setelah selesai dicetak penulis mendapatkan sampel 6 eksemplar
8. Kanal e-book akan kami buka produksinya melalui Google Play/ Google Books sehingga semoga tingkat penerimaan naskah akan semakin besar dengan outlet ebook
9. Kami menggunakan ukuran Unesco 16x23 cm, jumlah halaman 125-200 halaman
10. Biasanya kami merespon Proposal yang diterima saja, untuk yang tidak diterima biasanya tidak direspon (3 bulan dead line). Ke depan dengan menggunakan apps. dialog bisa terjadi sehingga memungkinkan untuk mengubah alur proposal sehingga bisa lanjut ke proses penulisan.
11. Biasanya kami merespon Proposal yang diterima saja, untuk yang tidak diterima biasanya tidak direspon (3 bulan dead line). Ke depan dengan menggunakan apps. dialog bisa terjadi sehingga memungkinkan untuk mengubah alur proposal sehingga bisa lanjut ke proses penulisan.
12. Ukuran minimal sejak tahun 2018 adalah A5, bapak ibu yang terbiasa menggunakan ukuran A4 silakan saja memasukkan,
13.Dunia tulis menulis tidak akan mati, terus berkarya bagaimanapun keadaannya, karena di luar sana masih banyak pembaca yang menginginkan relung keinginan tahuannya dari tulisan bapak ibu. Kami akan mencoba menjembataninya semampu kami ditengah perubahan jaman yang luar biasa.

Sungguh pengalaman yang luar biasa. Salam literasi.









Minggu, 12 Juli 2020

Kunci Produktif Menulis


Resume Kuliah Online Belajar Menulis Pertemuan ke 15
Oleh Agathe, S.Pd

Narasumber kuliah online pada pertemuan ke 15 bernama Dr. Ngainun Naim, beliau adalah salah satu Dosen di IAIN Tulungagung. 


Mengawali perkuliahan malam ini, beliau mengatakan bahwa guru adalah kunci penting dalam dunia pendidikan. Jika guru berkualitas, maka kemungkinan besar kelas yang diajarkannya juga , tetapi jika gurunya kurang berkualitas, tentu hasil belajar pembelajarannya juga kurang sesuai dengan harapan. 

Salah kunci penting peningkatan kualitas guru adalah dengan membangun literasi. Literasi berarti budaya membaca dan menulis. Seorang guru yang mau terus membaca buku dan menulis memiliki peluang untuk semakin meningkatkan kualitas dirinya. Semakin banyak karya yang dihasilkan maka akan memiliki kontribusi penting bagi kemajuan pendidikan. 

Ada kunci - kunci penting  untuk produktif menulis, yaitu:
1.  MOTIVASI. 
  • Motivasi karier. Khusus untuk grup belajar menulis, semakin mahir menulis maka semakin lancar karier yang ditempuh.
  • Motivasi materi. Menulis itu menghasilkan honor. Bagi penulis yang sangat terkenal, honor memang sangat berlimpah. Namun jumlah mereka yang beruntung dari sisi ini tidak terlalu banyak.
  • Motivasi politik. Menulis ditujukan untuk mencapai tujuan politik tertentu.
  • Motivasi cinta. Menulis karna memang mencintai aktivitas menulis.
Apapun motivasi yang dipilih akan mempengaruhi tulisan atau buku yang akan dihasilkan.

2. MEYAKINI BAHWA MENULIS ITU ANUGRAH.
Banyak orang yang mau menulis tapi tidak mampu mengerjakannya; bisa karena kesibukan atau sejuta alasan lainnya. Banyak yang sesungguhnya mampu menulis tetapi tidak mau menulis. Karena itulah bisa menulis adalah anugerah luar biasa yang harus disyukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan terus menulis.
Beliau mengatakan semua orang bisa menulis. Misalkan lulusan S-1 melalui tugas makalah, anggap saja 1 makalah terdiri dari 10 halaman x 8 semester maka jumlahnya 800 halaman, ditambah laporan KKN dan skripsi  berarti sekitar 1000 halaman. Lulusan S-2 berarti sekitar 500 halaman. Lulusan S- 3 paling tidak sekitar 2500 halaman sudah yang ditulis. Tapi mengapa ada yang masih kesulitan menulis? Ada beberapa kemungkinan penyebabnya:
Sekarang mari kita urai mengapa kok masih ada yang kesulitan menulis padahal pengalaman menulisnya sudah ribuan halaman. Ada beberapa kemungkinan; [1] Selama kuliah hanya menjadi anggota kelompok yang tidak pernah menulis makalah. Hanya ikut membiayai foto kopi.
2. tidak menulis karena dibuatkan orang lain.
3. menulis dengan melakukan “kanibal” tulisan orang lain. Misalnya mendapatkan bahan di googe lalu dipotong sana-sini sampai berbentuk layaknya tulisan.
4. begitu mendapatkan tugas langsung berburu referensi. Tidak berpikir apa yang harus ditulis. Begitu referensi didapatkan segera dibuka, diketik, lalu tutup. Ganti referensi berikutnya, dibuka, diketik, lalu tutup. Tugas penulis biasanya di akhir kutipan: "berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa".

Beliau mengatakan menulis itu membuat kita menjadi berbeda dibandingkan kawan-kawan yang lainnya. Sesederhana apa pun buku yang kita hasilkan itu tetap memiliki kontribusi penting. Jangan dengarkan nyinyiran yang tidak konstruktif. Selama  terus menulis maka akan menjadikan kita sebagai makhluk yang berbeda dengan kawan-kawan lainnya.

3. MENULIS ITU MEMBAWA BANYAK KEAJAIBAN DALAM HIDUP
Pak Naim mencontohkan, Pak Wijaya Kusumah--Omjay-- seorang bloger, youtuber dan guru, mengatakan bahwa menulis setiap hari itu telah memberikan keajaiban dalam kehidupan.
Beberapa bentuk keajaiban yang Omjay rasakan adalah:
1. mendapatkan banyak materi. Karena rajin menulis, bukunya mendapatkan banyak royaliti.
2.  sering diundang sebagai pembicara di berbagai forum.
3. memiliki banyak teman. 
4. Bisa membeli peralatan yang dibutuhkan dalam kehidupan. 
5. tulisan adalah alat perekam kehidupan yang ajaib.

4. TIDAK MUDAH MENYERAH
Dr. Naim mengatakan banyak orang ingin menulis,  tetapi semangat menulisnya naik turun. Saat ikut kegiatan kepenulisan semacam ini, semangat menulisnya berapi-api. Tetapi saat kembali ke dunia nyata, ke dunia kehidupan sehari-hari, semangat itu perlahan tetapi pasti memudar dan akhirnya hilang sama sekali. Saat bersemangat, menulis berlembar-lembar halaman dalam sehari terasa ringan. Saat tidak bersemangat, satu paragraf pun terasa berat sekali. Bahkan sangat mungkin berbulan-bulan tanpa menulis sama sekali.
Menulis lima paragraf yang dilakukan rutin setiap hari jauh lebih baik daripada sepuluh halaman yang dilakukan tiga bulan sekali.

5.  BERJEJARING.
Jadi penulis jangan menepi. Memang saat sekarang kita harus menepi karena Corona, tetapi bukan berarti tidak berinteraksi. Bangun jejaring kepenulisan. Ikut kegiatan semacam ini juga dalam rangka berjejaring.

6.  MENULIS SEBANYAK-BANYAKNYA. Menulislah setiap hari tanpa henti. Lakukan secara terus-menerus. Jika Anda merasa tulisan Anda tidak baik maka dengan menulis setiap hari tulisan Anda akan otomatis menjadi baik.

Kunci itu alat untuk membuka. Kalau kita mendapatkan kunci tetapi kunci akan sebatas sebagai kunci jika tidak difungsikan.
 
Beberapa penjelasan Dr. Naim melalui sesi tanya jawab:
1. Kriteria tulisan yang baik dan berkualitas adalah:
 (a)  selesai ditulis.Ini penting. Sebagus apa pun ide, jika belum selesai ditulis ya belum bagus.
(b) Minim salah ketik atau salah teknis. 
(c ) Bahasa menarik dan didukung oleh logika berpikir yang baik.
2. JIka ingin diterima penerbit, ikuti gaya dan kebijakan penerbit.
3. Menjaga konsistensi dalam menulis:
(a) Semua kebiasaan awalnya dipaksa. Bangun komitmen untuk rutin menulis. Awalnya paksa, lama-lama akan terbiasa.
(b) Setiap orang memiliki jadwal yang seharusnya disusun dan ditaati.
 4. Ada 4 jenis MALU dalam menulis:
 (1) MALU untuk menulis. Tidak akan bisa menulis.
(2) MALU kalau menulis dan tulisannya dibaca orang.
(3) MALU sudah mulai hilang. Pokoknya nulis
(4) MALU TIDAK MENULIS.
 
Mari kita praktekkan agar kita produktif menulis.




 



Jumat, 10 Juli 2020

Digital Marketing Buku


Resume Kuliah Online Belajar Menulis Pertemuan Ke -18
Oleh Agathe, S.Pd

Narasumber kuliah online malam ini adalah Pak Agust Subardana, S.E.,M.M., CDS Direktur Pemasaran dari Penerbit Andi. 


Beliau mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 berdampak bagi pemasaran buku di seluruh Indonesia. Hampir 4 bulan jaringan toko buku sementara mengalami tutup.

Dampak lainnya juga membuat orang takut untuk datang ke toko buku yang ada maupun toko buku yang ada di mall.
Sehingga terjadi penurunan offset buku kurang lebih 70% s/d 80%.
Banyak penerbit yang berhenti distribusi ke toko buku bahkan ada penerbit yang gulung tikar. Berikut adalah grafik kunjungan ke toko buku pada masa Pandemi.

Dari data tersebut bisa kita lihat bahwa grafik kunjungan ke toko buku turun drastis. Awal Juli mulai meningkat kunjungan ke toko buku yang sesuai dengan protokol Covid -19.

Menghadapi Pandemi ini, pihak penerbit memerlukan strategi yaitu tranformasi digital. Dampak pandemi menyebabkan perubahan aktivitas sosial yang pesat dan besar dalam banyak hal, baik cara belajar dan mengajar dan lain- lain. Maka strategi yang paling utama dalam pemasaran buku adalah digital marketing dalam melakukan transformasi mendasar dalam bisnis penerbitan buku.


Gambar diatas merupakan bagian- bagian dari digital marketing.

Digital marketing efektif untuk membantu meningkatkan penjualan buku. Berikut manfaat dari digital marketing.


Penerbit juga harus tetap berhubungan  dengan pelanggan buku di media sosial lewat digital marketing, pastikan buku yang dijual mudah ditemukan di online. Baik itu di lapak, sofie dll, serta media online lain seperti FB, Wa dll.
Penerbit juga harus bisa tampil lebih depan atau yang pertama.
Mengadakan promo-promo khusus seperti memberikan diskon untuk menarik konsumen, juga melakukan webinar, Chanel YouTube live streaming sebagai sarana promosi. Dalam mempertahan pemasaran buku dalam kondisi Pandemi adalah menjadi brand yang tanggap situasi dengan cepat dalam merespon. Setiap ada yang mau membeli buku kita harus cepat merespon dan mengirimnya. Carikan informasi buku yang diinginkan konsumen yang telah menghubungi kita,  kalau ada komplen harus cepat memberikan suatu solusi yang jelas dan akurat. Masih banyak strategi lain, contohnya mobile marketing, email marketing. Cara lain untuk memasarkan buku dengan mengaktifkan pelanggan secara personal dengan iklan-iklan melalui karakteristik pencarian internet. Menggunakan sistem continu marketing sehingga program marketing juga bisa dievaluasi dengan akurat.
Terintegritit digital marketing yaitu cara menggabungkan seluruh digital marketing digunakan dalam sebuah website. 
Menggunakan conten marketing yang menarik contohnya video, artikel, teks,gambar atau hasil riset.
Menghadirkan visual marketing seperti instragam,youtube dll.
Potensi buku sekolah sangat besar.


Dalam pengembangan perpustakaan memerlukan buku. Dengan kebijakan tentang penggunaan dana BOS untuk menyediakan buku perpustakaan yang bisa dibawa ke rumah di masa pandemi ini. Di penerbit banyak sekali variasi buku- buku perpustakaan.
 
Penerbit Andi menyediakan melayani pembelian buku melalui SIPLah. Untuk memasarkan buku-buku ke sekolah-sekolah

Berikut adalah rangking buku laku di toko.


Link Chanel YouTube bagi sekolah yang mau memesan buku https://youtu.be/LVCWSP0gHbk

Kata penutup dari Pak Agust. 
"Semua harus ditulis. Apapun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting tulis,tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna..kami siap membantu...Dalam memasarkan buku.






Sabtu, 04 Juli 2020

TOT Microsoft 365


Rabu, 1 Juli 2020 saya mendapat pesan WA  dari Bu Komala Sari widyaiswara LPMP Prov. Kalteng. Beliau adalah teman sekelas  SMA  saya. 

Saya pun langsung mendaftar dengan link yang dikirim bu Komala. Dan mengisi form pendaftaran ini.
Setelah diisi muncul seperti tampilan seperti ini.

Besok harinya saya diundang bergabung ke grup WA kelas diseminasi melalui tautan. 
  
Hari sabtu melalui grup WA kelas Diseminasi kami diberikan akun dan password dari admin. Dan melalui chanel youtube https://www.youtube.com/watch?v=YzIgmUV_ulA&feature=youtu.be. Tentang cara mengaktifkan akun microsoft 365. Saya pun berhasil aktifkan akun dan mengganti password. Muncullah akun seperti ini.
 
Cara mengaktifkan akun microsoft 365 adalah:
Ketik https://www.office.com
Masukkan akun dan password yang diberi admin.
Ganti password yang ada. Sehingga muncul tampilan di atas.

Minggu pagi nya kami diminta untuk bergabung di kelas teams. Dengan cara klik teams dan pilih kelasnya.

Pelatihan akan dilaksanakan tanggal 5 sd 10 Juli 2020 dengan ketentuan sebagai berikut:

Saya sangat berharap bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik, supaya bisa saya terapkan untuk PJJ secara daring nantinya. 

Rabu, 01 Juli 2020

TIPS MENULIS CEPAT




Resume Kuliah Online Pertemuan ke 14 
Oleh Agathe, S.Pd

Kuliah online malam ini diawali dengan memperkenalkan narasumber  oleh Omjay. Nama lengkapnya Muhammad Firman Suwarya, M.Kom, seorang guru di SMPN Unggulan Sindang Indramayu, beliau adalah penulis buku informatika jenjang SMP dan buku-buku lainnya.



Pak Firman memulai kuliah dengan sapaan santai kepada peserta. Pak Firman membawa tema tentang Berbagi Pengalaman Tentang Menulis Dan Menerbitkan Buku. Tetapi kali ini Pak Firman secara khusus berbagi tentang FreeWriting.

Mengapa Harus FreeWriting?

Beliau mengatakan seandainya  kami peserta ditantang untuk menulis 1 hari 5 lembar dalam 30 hari, apakah kami sanggup? Seandainya kami konsisten menulis 5 lembar perhari, beliau yakin bahwa kami akan menjadi seorang penulis yang handal dan produktif. Secara umum menulis 5 halaman itu membutuhkan waktu berjam-jam, dan efeknya  akan merasakan kebosanan. Kebosanan adalah penyakit penulis baik itu pemula maupun penulis handal. Kebosanan biasanya diawali  dengan serangan di pikiran, ciri-cirinya adalah tiba-tiba kehilangan ide . Bingung harus menulis apa dan nanti akhirnya capek, lelah, dan malas untuk menulis. Terkadang bisa juga terjadi seperti ini kata beliau. Tiba-tiba mendadak mendapatkan ide yang baru, lalu ditulis sudah ditengah jalan menulis, tiba-tiba muncul ide baru lagi yang dianggap lebih bagus dari ide pertama dan terus terjadi seperti itu, sehingga tulisan tidak selesai-selesai. Nah, di dunia kepenulisan biasa disebut Lingkaran Setan Kebuntuan. Mulai menulis lagi tapi tidak selesai-selesai, tidak ada karya yang dihasilkan  sehingga bisa menyebabkan stress bagi penulis. Lalu muncul pemikiran jangan-jangan saya tidak ada bakat untuk menjadi penulis. Hal-hal tersebut di atas dapat diatasi dengan melakukan FreeWriting.

Apa itu FreeWriting?

FreeWriting adalah tehnik menulis cepat tanpa hambatan. Bagaimana memahami dan menerapkan Freewriting. Ada ilustrasi misalnya tentang ujian nasional, ujian tersebut dimulai pukul 07.00 sd 09.00 WIB ( selama 2 jam) dengan 50 soal. Namun hal yang tak terduga terjadi, saat menuju sekolah jalanan macet total sehingga 1 jam datang terlambat. Apa yang harus dilakukan? Pasti kita akan menggunakan waktu yang ada untuk menjawab soal-soal tersebut semaksimal mungkin untuk mendapatkan nilai yang bagus. Kita pasti ngebut mengerjakan soalnya. Itulah gambaran singkat tentang freewriting kata Pak Firman.

Tips menulis cepat ( freewriting)

Langkah pertama melakukan freewriting adalah segera tulis ide yang muncul sebelum ide itu hilang, kapan dan dimanpun pokoknya tulis ide tersebut. Langkah kedua adalah jangan memanfaatkan waktu luang tetapi luangkan waktu untuk kita dapat menulis secara kontinue, misalnya 30 sd 60 menit setiap hari. Pasti sangat bermanfaat. Langkah  ketiga adalah jangan ragu-ragu walaupun menurutmu jelek,kurang bagus,bagus atau sejenisnya pokoknya ditulis saja. Kemudian langkah keempat adalah selesaikan membuat outline secara garis besar. Karena nanti tulisan kita bisa mengalami perkembangan yang terpenting sudah ada garis besarnya. Langkah kelima adalah luangkan waktu untuk menulis satu persatu secara kontinyu hingga selesai tulisan-tulisan dalam bentuk buku.

Hal Penting Lainnya Tentang Menulis        

  • Setelah menulis freewriting yang banyak berisi ide, hal yang dilakukan adalah memilih ide yang paling dikuasai supaya bisa menulis dengan hati. Karena tulisan yang ditulis dengan hati akan mampu menyentuh hati pembaca.
  • Saat kita sedang menulis, tiba-tiba muncul ide baru. Yang harus kita lakukan adalah selesaikan tulisan yang sudah ada dulu sampai benar-benar selesai.
  • Saat kita mengalami kebuntuan, teruslah menulis. Jika ada kalimat-kalimat yang tidak nyambung, salah ketik dan lain-lain nanti akan diperbaiki di sesi cek dan ricek atau pada proses editing.
  • Freewriting itu pada dasarnya adalah tulis secepat-cepatnya terhadap ide yang muncul, jangan takut salah, takut tulisan jelek pokoknya tulislah sampai selesai.
  • Hasil tulisan yang berkualitas  tergantung pada ide yang muncul. jika ide tersebut bagus dan berkualitas  dilanjutkan dengan outline yang berkualitas maka tulisan akan bagus dan berkualitas juga.
Kesimpulan dari Narasumber :
Rasa bosan adalah penyakit yang sangat berbahaya melebihi covid 19, kebosanan bisa datang dengan tiba-tiba tetapi kita harus terus mencoba sampai kita sukses. Yakinlah siapapun bisa jadi apapun asalkan dia mau berusaha, berdoa dan kunci utamanya adalah percaya diri. teruslah menulis dan menulis, jangan pernah berhenti, wujudkan cita-cita untuk menerbitkan buku, kobarkan semangat di dada, hidup penulis, hidup PGRI Jaya selamanya.


Cara Membuat e sertifikat otomatis terkirim ke email

 Cara membuat e sertifikat terkirim ke email: 1. Desain template sertifikat di Canva 2. Buat folder materi dll di google Drive. 2. Di Canva ...